HOME  ⁄  Nasional

Operasi Patuh Jaya 2026 di Jakarta Selatan Utamakan Edukasi Pengendara, Polisi Tetap Berlakukan Tilang ETLE

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Operasi Patuh Jaya 2026 di Jakarta Selatan Utamakan Edukasi Pengendara, Polisi Tetap Berlakukan Tilang ETLE
Foto: Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan Operasi Patuh Jaya 2026 untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, Rabu 28/10/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan mengutamakan edukasi dan pemberian imbauan kepada pengendara dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026 selama 14 hari, dengan tetap menerapkan penindakan pelanggaran melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, mengatakan operasi tahun ini lebih mengedepankan pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas.

Menurut Mujiyanto, pendekatan tersebut dilakukan karena masih banyak pengguna jalan yang belum memiliki kesadaran memadai untuk mematuhi peraturan lalu lintas dalam aktivitas berkendara sehari-hari.

"Sekarang yang jelas diutamakan untuk edukasi. Kemudian imbauan kepada masyarakat karena banyak masyarakat sekarang yang masih belum sadar untuk tertib,” kata Mujiyanto saat ditemui di kawasan lampu merah Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu.

Melalui operasi tersebut, kepolisian berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.

Polisi Berikan Edukasi Langsung kepada Pengendara di Fatmawati

Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada pengendara di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Petugas mendatangi pengguna jalan yang sedang berhenti di lampu merah untuk memberikan arahan mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.

Salah satu perhatian petugas dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan penutup pelat nomor kendaraan bermotor.

Pengendara yang diketahui menggunakan penutup pelat nomor diimbau untuk segera membukanya agar identitas kendaraan dapat terlihat dan dikenali dengan jelas.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor.

Selain mengingatkan penggunaan pelat nomor, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan ketika berkendara.

Mujiyanto menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi akan dilakukan secara masif selama Operasi Patuh Jaya 2026 berlangsung.

Melalui edukasi langsung di jalan raya, kepolisian berharap masyarakat semakin memahami aturan lalu lintas dan menerapkannya secara konsisten.

Operasi Patuh Jaya 2026 Tetap Terapkan Tilang ETLE Statis dan Mobile

Meskipun mengedepankan edukasi, kepolisian memastikan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tetap dilakukan selama Operasi Patuh Jaya 2026.

Penindakan tersebut diprioritaskan melalui sistem ETLE yang memungkinkan petugas mendokumentasikan pelanggaran secara elektronik.

Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengoptimalkan dua jenis perangkat pengawasan, yakni ETLE statis dan ETLE mobile.

ETLE statis merupakan sistem penegakan hukum lalu lintas menggunakan kamera elektronik yang dipasang pada lokasi tertentu untuk merekam pelanggaran kendaraan.

Sementara itu, ETLE mobile menggunakan perangkat bergerak yang dapat dimanfaatkan petugas untuk mendokumentasikan pelanggaran lalu lintas di lapangan.

Kedua sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengawasan sekaligus proses penindakan terhadap pengendara yang tidak mematuhi peraturan.

"Sementara diutamakan melalui ETLE statis maupun ETLE mobile ya. Kita yang dilaporkan atau ditampakkan pakai ETLE ya," kata Mujiyanto menjelaskan mekanisme penindakan yang diprioritaskan dalam operasi tersebut.

Dengan penerapan ETLE, kepolisian tetap dapat melakukan penegakan hukum meskipun kegiatan di lapangan lebih menitikberatkan pada edukasi dan pemberian imbauan.

Pendekatan ini menggabungkan upaya membangun kesadaran masyarakat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengawasan lalu lintas.

Operasi Patuh Jaya Berlangsung 14 Hari Termasuk Sabtu dan Minggu

Operasi Patuh Jaya 2026 dilaksanakan selama 14 hari dengan kegiatan edukasi, pengawasan, dan penindakan pelanggaran lalu lintas.

Kepolisian memastikan bahwa pelaksanaan operasi tidak hanya berlangsung pada hari kerja, tetapi juga tetap dilakukan selama akhir pekan.

Dengan demikian, kegiatan Operasi Patuh Jaya 2026 tetap berjalan pada Sabtu dan Minggu sepanjang periode pelaksanaan operasi.

Pelaksanaan secara berkelanjutan tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan pengawasan terhadap pengguna jalan.

Petugas juga terus memberikan imbauan mengenai pentingnya mematuhi ketentuan lalu lintas untuk mengurangi potensi pelanggaran di jalan raya.

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berharap kedisiplinan pengendara dapat meningkat tanpa harus selalu bergantung pada keberadaan petugas di lapangan.

Polisi Harap Operasi Patuh Jaya Tekan Pelanggaran Lalu Lintas

Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat sebagai salah satu hasil utama pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026.

Edukasi yang diberikan kepada pengendara diharapkan dapat membangun kebiasaan tertib berlalu lintas dalam aktivitas sehari-hari.

Kepolisian juga berharap pendekatan persuasif yang disertai pengawasan elektronik dapat membantu menekan jumlah pelanggaran lalu lintas.

Selain itu, penertiban penggunaan pelat nomor kendaraan menjadi bagian dari upaya memastikan setiap kendaraan memenuhi ketentuan identitas yang berlaku.

Melalui kombinasi edukasi langsung, sosialisasi aturan, dan penindakan menggunakan ETLE, kepolisian berupaya menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman.

Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026, Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan akan terus mengedepankan imbauan kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan ETLE statis dan mobile untuk mendukung kepatuhan serta keselamatan pengguna jalan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026