HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Ajak Masyarakat Rangkul Anak Down Syndrome Tanpa Stigma dan Pengabaian

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemenkes Ajak Masyarakat Rangkul Anak Down Syndrome Tanpa Stigma dan Pengabaian
Foto: Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi (depan keempat dari kiri) bersama ratusan anak dengan down syndrome memeriahkan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Kuningan, Jakarta dengan mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat merangkul anak-anak dengan down syndrome tanpa stigma dan pengabaian untuk mengurangi rasa kesepian sekaligus mendukung kesehatan mental serta tumbuh kembang mereka.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam kegiatan jalan sehat bersama anak-anak dengan down syndrome di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Endang menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik atau terbebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesehatan jiwa yang dipengaruhi oleh penerimaan sosial.

"Kesepian adalah ketika seseorang merasa tidak diterima, tidak dilibatkan, tidak dianggap ada, dan kesepian itu nyata dampaknya bagi kesehatan, terutama kesehatan jiwa," katanya.

Menurut Endang, masyarakat dapat membantu mengurangi kesepian yang dialami penyandang down syndrome melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Kemenkes Dorong Masyarakat Ciptakan Lingkungan Inklusif

Endang mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian kepada anak-anak dengan down syndrome melalui sapaan, senyuman, dan ajakan bermain bersama.

Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu penyandang down syndrome merasa diterima dan dilibatkan dalam lingkungan sosial.

Ia menekankan bahwa rasa kesepian dapat muncul ketika seseorang merasa diabaikan atau tidak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Karena itu, penerimaan sosial menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan jiwa penyandang down syndrome.

Kemenkes berharap masyarakat dapat membangun lingkungan yang lebih terbuka dan memberikan kesempatan kepada anak-anak dengan down syndrome untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

Orang Tua Diminta Optimalkan Layanan Puskesmas

Selain mengajak masyarakat menghapus stigma, Kemenkes mendorong orang tua untuk terus memantau tumbuh kembang anak dengan down syndrome melalui fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Endang mengimbau keluarga agar tidak berkecil hati dan memanfaatkan layanan puskesmas secara optimal untuk mendukung kebutuhan kesehatan anak.

"Datanglah ke Puskesmas, bergabung lah dengan komunitas, dan ceritakan perjalanan Anda. Kami ada untuk mendampingi," ujar dia.

Menurut Endang, pemerintah berkomitmen memperkuat deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan penyerta pada anak dengan down syndrome.

Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui program cek kesehatan gratis yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Kemenkes juga mendorong keterlibatan keluarga dan komunitas agar pendampingan terhadap anak dengan down syndrome dapat berlangsung secara terpadu.

Kolaborasi Keluarga dan Komunitas Dukung Tumbuh Kembang Anak

Endang menilai kerja sama antara keluarga, komunitas, dan fasilitas kesehatan diperlukan untuk membangun lingkungan yang mendukung penyandang down syndrome.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem inklusif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan berkarya secara maksimal.

Keterlibatan orang tua dalam memantau kesehatan anak juga menjadi bagian penting dari upaya pendampingan tersebut.

Melalui dukungan bersama, penyandang down syndrome diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

POTADS Angkat Tema Bersama Melawan Kesepian

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Eliza Rogi mengatakan kegiatan jalan sehat tersebut juga diselenggarakan untuk memeriahkan Bulan Kesadaran Down Syndrome yang diperingati setiap Oktober.

POTADS mengangkat tema Together Against Loneliness atau bersama melawan kesepian sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang down syndrome yang masih menghadapi stigma dan pengabaian.

"Tahun ini kita mengangkat tema Together Against Loneliness, artinya bersama melawan kesepian. Tema ini kita ambil karena kita merasakan bahwa sampai hari ini anak-anak dengan down syndrome itu masih dibayang-bayangi dengan adanya stigma, pengabaian dan lain sebagainya," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, POTADS berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerimaan sosial terhadap anak-anak dengan down syndrome.

Ajakan Kemenkes dan kegiatan POTADS sama-sama menekankan pentingnya dukungan keluarga, komunitas, serta layanan kesehatan dalam membantu penyandang down syndrome menjalani kehidupan yang lebih inklusif.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026