HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Perluas Pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia, Program BIPA Jangkau 62 Negara

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemendikdasmen Perluas Pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia, Program BIPA Jangkau 62 Negara
Foto: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas penginternasionalan Bahasa Indonesia di Rusia pada Rabu (28/10/2026) melalui penguatan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), kerja sama akademik, dan pengembangan jejaring Indonesianis (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas penginternasionalan bahasa Indonesia di Rusia melalui penguatan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), peningkatan kerja sama akademik, serta pengembangan jejaring Indonesianis.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kedudukan bahasa Indonesia di tingkat internasional sekaligus meningkatkan penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat global.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa penginternasionalan bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah warga negara asing yang mempelajari bahasa Indonesia.

Menurutnya, upaya tersebut juga bertujuan meningkatkan fungsi, martabat, dan manfaat bahasa Indonesia agar semakin dikenal serta digunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat internasional.

"Penginternasionalan Bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya menambah jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global," kata Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan berkaitan dengan penyelenggaraan kongres bertema Bahasa Indonesia di Pentas Global: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan yang membahas strategi pengembangan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Kongres tersebut diikuti sekitar 140 peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, pengajar, serta Indonesianis yang memiliki perhatian terhadap perkembangan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia.

Rusia Dinilai Berpotensi Jadi Mitra Strategis Pengembangan Bahasa Indonesia

Atip menilai Rusia memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Indonesia dalam memperluas pengajaran dan pengembangan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Menurutnya, Rusia mempunyai tradisi akademik yang kuat dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya sehingga dapat menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama pendidikan kedua negara.

Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan adalah pertukaran mahasiswa antara perguruan tinggi di Indonesia dan Rusia untuk memperluas pengalaman akademik serta pemahaman lintas budaya.

Selain itu, pertukaran akademisi dan kerja sama penelitian juga dinilai berpotensi meningkatkan kualitas kajian mengenai bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia.

Atip turut mendorong penguatan program BIPA sebagai sarana memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat internasional melalui pembelajaran yang lebih luas dan berkelanjutan.

Penerjemahan karya sastra Indonesia juga menjadi salah satu langkah yang didorong untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pemikiran bangsa kepada masyarakat Rusia.

Berbagai upaya tersebut sejalan dengan Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025–2045 yang disusun pemerintah sebagai pedoman pengembangan bahasa Indonesia di tingkat global.

Melalui peta jalan tersebut, pemerintah berupaya memperluas penggunaan bahasa Indonesia secara terarah dengan melibatkan lembaga pendidikan, akademisi, dan mitra internasional.

Program BIPA Jangkau 62 Negara dengan Lebih dari 234 Ribu Pemelajar

Atip mengungkapkan bahwa perkembangan penginternasionalan bahasa Indonesia menunjukkan peningkatan berdasarkan hasil pengukuran Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI).

Pada 2024, nilai IPBI tercatat sebesar 51,44 dan meningkat menjadi 52,99 pada 2025 atau mengalami kenaikan sebesar 1,55 poin dalam satu tahun.

Pemerintah menargetkan nilai indeks tersebut dapat mencapai 55,87 pada 2029 sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Selain peningkatan indeks, jangkauan program BIPA juga terus berkembang di berbagai negara.

Hingga Oktober 2026, program BIPA telah menjangkau 62 negara dengan dukungan 520 lembaga penyelenggara pembelajaran bahasa Indonesia.

Dalam periode yang sama, jumlah pemelajar aktif BIPA di berbagai negara tercatat mencapai lebih dari 234.000 orang.

Khusus di Rusia, program kelas BIPA yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow telah diikuti sebanyak 149 pemelajar.

Keberadaan kelas tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan pengajaran bahasa Indonesia kepada masyarakat Rusia sekaligus mendukung hubungan pendidikan dan kebudayaan kedua negara.

Atip juga menyoroti pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023 sebagai pencapaian penting dalam memperkuat kedudukan bahasa Indonesia di dunia.

Menurutnya, pengakuan tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia dalam berbagai forum internasional dan memperluas hubungan persahabatan antarbangsa.

"Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi Bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia," ujarnya.

KBRI Moskow Ungkap Tantangan Pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, menjelaskan bahwa pengajaran bahasa Indonesia di Rusia telah memiliki sejarah panjang.

Jose mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di Universitas Negeri Moskow sudah dimulai sejak akhir 1950-an.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kajian akademik mengenai bahasa Indonesia telah berkembang di Rusia selama beberapa dekade.

Selain di Universitas Negeri Moskow, bahasa Indonesia saat ini juga dipelajari di HSE University sehingga jangkauan pembelajarannya tidak terbatas pada satu perguruan tinggi.

Meski demikian, Jose mengakui bahwa pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia di Rusia masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan jumlah tenaga pengajar yang dapat mendukung pelaksanaan program BIPA secara optimal.

Tantangan lainnya berkaitan dengan minimnya bahan ajar bahasa Indonesia yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pemelajar berbahasa Rusia.

Keterbatasan tersebut perlu mendapatkan perhatian agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta.

Selain tenaga pengajar dan bahan pembelajaran, keberlanjutan program juga menjadi persoalan yang harus diperhatikan dalam pengembangan BIPA di Rusia.

Jose berharap kongres tersebut mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk mengatasi berbagai kendala dalam penyelenggaraan pembelajaran bahasa Indonesia.

Ia juga mendorong perluasan jejaring Indonesianis di Rusia dan Belarus guna memperkuat hubungan akademik serta pengembangan kajian mengenai Indonesia.

Jejaring tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kerja sama antarlembaga yang memiliki perhatian terhadap bahasa, sastra, serta budaya Indonesia.

Kemendikdasmen Perkuat Target Internasionalisasi Bahasa Indonesia hingga 2045

Kemendikdasmen terus mendorong pengembangan bahasa Indonesia di luar negeri melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan mitra internasional.

Penguatan program BIPA menjadi salah satu instrumen utama untuk meningkatkan jumlah pemelajar sekaligus memperluas penggunaan bahasa Indonesia dalam lingkungan akademik dan masyarakat global.

Selain pembelajaran bahasa, kerja sama penelitian dan penerjemahan karya sastra diharapkan mampu memperkenalkan kebudayaan Indonesia secara lebih luas kepada masyarakat internasional.

Pemerintah juga berupaya memperkuat jejaring Indonesianis sebagai mitra dalam pengembangan kajian dan penyebarluasan bahasa Indonesia di berbagai negara.

Melalui langkah tersebut, Kemendikdasmen berharap posisi bahasa Indonesia di Rusia semakin kuat dan dapat mendukung pencapaian target penginternasionalan bahasa Indonesia hingga 2045.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026