
Pantau - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika atau Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola menyusul lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menaikkan status kewaspadaan wabah Ebola menjadi “sangat tinggi” seiring meningkatnya penyebaran kasus di kawasan Afrika Tengah dan Timur.
Kepala Africa CDC Jean Kaseya menyebut negara-negara yang masuk kategori berisiko tinggi meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.
Kecuali Ethiopia, seluruh negara tersebut berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Kongo atau Uganda yang telah melaporkan kasus Ebola.
Africa CDC bersama WHO juga mengajukan permintaan pendanaan lebih dari 314 juta dolar AS untuk penanganan wabah Ebola.
Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk Republik Demokratik Kongo dan Uganda guna mendukung pengobatan, pengawasan, serta pencegahan penyebaran wabah.
Sekitar 54 juta dolar AS lainnya akan dibagikan kepada 10 negara berisiko tinggi untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan.
WHO dan Africa CDC Siapkan Langkah Darurat
Langkah penanganan yang disiapkan meliputi pembentukan sistem manajemen insiden nasional, koordinasi lintas batas, percepatan riset vaksin strain Bundibugyo, pengiriman tim tambahan, serta penempatan stok darurat.
Republik Demokratik Kongo mengalami lonjakan kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei 2026 di Provinsi Ituri.
Penyakit Ebola kemudian menyebar ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.
WHO melaporkan terdapat sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek akibat Ebola.
Sedikitnya 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Uganda melaporkan tiga kasus baru sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi lima kasus.
Aktivitas Sosial Dibatasi
Pemerintah Republik Demokratik Kongo mulai menghentikan sejumlah aktivitas sosial di Provinsi Ituri untuk menekan penyebaran virus Ebola.
Gubernur militer Jenderal Johnny Luboya melarang kerumunan lebih dari 50 orang di zona kesehatan Bunia, Rwampara, Mungwalu, dan Nyakunde.
Sejumlah negara tetangga juga mulai memperketat langkah pencegahan, termasuk memberlakukan pembatasan perjalanan dari Republik Demokratik Kongo.
- Penulis :
- Gerry Eka





