
Pantau - Tanggal 23 Mei diperingati sebagai Hari Penyu Sedunia yang tahun ini ditandai dengan mulai beroperasinya Sea Turtle Shelter di Atlantis Sanya, Kota Sanya, Provinsi Hainan, China.
Sea Turtle Shelter merupakan pusat konservasi dan penangkaran penyu dengan luas sekitar 388 meter persegi.
Fasilitas tersebut dilengkapi kolam rehabilitasi, pantai penangkaran, serta aula pameran edukasi untuk mendukung upaya perlindungan penyu.
Kehadiran pusat konservasi ini disebut menjadi peningkatan penting dalam program perlindungan penyu yang sebelumnya lebih berfokus pada penyelamatan darurat dan rehabilitasi.
Program konservasi kini diperluas mencakup penangkaran spesies hingga pelepasliaran penyu kembali ke habitat alaminya.
Dengan sistem tersebut, perlindungan penyu dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan siklus penuh yang lebih komprehensif.
Atlantis Sanya Selamatkan Puluhan Penyu
Atlantis Sanya disebut telah lama berkomitmen terhadap penyelamatan penyu dan konservasi ekologi laut.
Sejak 2018, fasilitas tersebut tercatat telah menyelamatkan 42 penyu liar.
Jenis penyu yang diselamatkan meliputi penyu hijau, penyu tempayan atau loggerhead, serta penyu sisik atau hawksbill.
Penyu-penyu tersebut menjalani perawatan profesional, pemeliharaan harian, serta pelatihan adaptasi sebelum dilepasliarkan kembali ke alam liar.
Sebanyak 12 penyu yang telah direhabilitasi berhasil dilepasliarkan kembali ke laut.
Tampilkan Fasilitas Rehabilitasi Penyu
Foto yang ditampilkan dalam laporan memperlihatkan penyu yang mengalami deformasi fisik akibat jaring ikan, kolam rehabilitasi penyu, hingga area pantai penangkaran di Sea Turtle Shelter.
Seluruh kegiatan konservasi tersebut dilakukan di Atlantis Sanya, Kota Sanya, Provinsi Hainan, China.
- Penulis :
- Gerry Eka





