
Pantau - Upaya penyelamatan terus dilakukan untuk menjangkau dua orang yang masih hilang akibat ledakan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China utara.
Ledakan gas tersebut terjadi di tambang batu bara Liushenyu di wilayah Qinyuan, Kota Changzhi.
Insiden berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 19.29 waktu setempat.
Wali Kota Changzhi Chen Xiangyang menyampaikan sebanyak 82 orang dipastikan tewas akibat ledakan tersebut.
Selain korban meninggal dunia, dua orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga proses pencarian terus dilakukan.
Pemerintah bersama tim penyelamat disebut terus melakukan upaya maksimal di lokasi kejadian.
Robot Penyelamat Dikerahkan ke Lokasi Tambang
Dalam proses penyelamatan, sebuah robot penyelamat turut dikerahkan untuk membantu operasi di area tambang.
Foto-foto yang dirilis memperlihatkan aktivitas tim penyelamat saat melakukan pencarian korban pascaledakan di lokasi tambang batu bara tersebut.
“Kami terus melakukan upaya maksimal untuk menjangkau korban yang masih hilang,” ungkap Chen Xiangyang.
Shanxi Dikenal sebagai Wilayah Tambang Batu Bara
Insiden terjadi di wilayah Qinyuan, Provinsi Shanxi, yang dikenal sebagai salah satu daerah tambang batu bara terbesar di China.
Ledakan tambang batu bara masih menjadi salah satu risiko keselamatan kerja yang kerap terjadi di sektor pertambangan China.
- Penulis :
- Gerry Eka





