
Pantau - Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Eropa (United Nations Economic Commission for Europe/UNECE) mengadopsi regulasi global pertama di dunia untuk kendaraan otonomos penuh atau kendaraan swakemudi pada akhir Juni 2026 melalui Peraturan Teknis Global PBB tentang Sistem Pengemudian Otomatis (Automated Driving Systems/ADS).
Seorang pejabat senior PBB menyebut regulasi tersebut sebagai terobosan penting setelah melalui proses penyusunan selama sekitar satu dekade.
Regulasi itu mewajibkan produsen kendaraan menerapkan tata kelola dan proses keselamatan yang dapat diaudit, standar keselamatan sepanjang siklus hidup sistem ADS, pengujian yang kredibel, serta menyediakan bukti terstruktur bahwa sistem tidak menimbulkan risiko yang tidak wajar.
Produsen juga diwajibkan memantau dan melaporkan kinerja sistem secara berkala serta menerapkan sistem penyimpanan data untuk pengemudian otomatis.
Kerangka Global Seragam untuk Kendaraan Otonomos
Sekretaris Kelompok Kerja Kendaraan Otomatis/Otonomos dan Terkoneksi (GRVA) di bawah UNECE, Francois E. Guichard, mengatakan regulasi tersebut menjadi kerangka hukum internasional pertama yang memungkinkan pengoperasian kendaraan otonomos penuh.
"Selama sekitar satu dekade terakhir, kita telah melihat berbagai prediksi awal mengenai meluasnya kendaraan otomatis yang ternyata tidak terealisasi. Regulasi ini memecahkan kebuntuan tersebut dengan menciptakan kerangka global pertama di dunia yang secara hukum memungkinkan pengoperasian kendaraan otonomos penuh.", ujar Guichard.
Menurut Guichard, manfaat utama regulasi tersebut adalah menggantikan berbagai aturan nasional yang berbeda-beda dengan satu kerangka internasional yang seragam sehingga memberikan kepastian regulasi bagi produsen, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memungkinkan inovasi berkembang secara aman di berbagai negara.
UNECE menyatakan regulasi tersebut juga menetapkan persyaratan keselamatan internasional yang seragam serta metodologi bersama untuk memvalidasi kendaraan yang menggunakan sistem ADS.
China Dinilai Berkontribusi Besar
Guichard menyoroti kontribusi China dalam penyusunan regulasi tersebut dan menyebut negara itu memainkan "peran yang signifikan dan konstruktif" sebagai wakil ketua GRVA melalui partisipasi aktif dalam pengembangan aturan.
"Sebagai salah satu pasar terdepan di dunia dalam inovasi teknologi pengemudian otomatis, China berada pada posisi yang sangat baik untuk terus membentuk regulasi internasional di masa depan sekaligus mendorong kerja sama global.", ungkap Guichard.
Ia optimistis regulasi tersebut akan diadopsi secara luas karena mendapat dukungan dari pasar otomotif utama, termasuk Kanada, China, Uni Eropa, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.
"Pasar otomotif utama, termasuk Kanada, China, Uni Eropa, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, mendukung regulasi ini, menunjukkan momentum yang kuat menuju pengadopsian secara global.", kata Guichard.
Menurut Guichard, tantangan berikutnya bukan lagi hanya pada pengembangan teknologi atau penyusunan regulasi, melainkan penerapan teknologi pengemudian otomatis dalam penggunaan sehari-hari.
Ia menilai China memiliki keunggulan berupa ekosistem inovasi yang dinamis, kemampuan industri yang kuat, serta pengujian yang luas di berbagai zona percontohan dan demonstrasi.
"Keunggulan utama China meliputi ekosistem inovasi yang dinamis, kemampuan industri yang kuat, serta kegiatan pengujian yang luas di berbagai zona percontohan dan demonstrasi, yang memberikan peluang berharga untuk penerapan dalam skala besar.", ujar Guichard.
Menurutnya, pengalaman China bersama negara-negara pasar otomotif utama lainnya akan memberikan kontribusi penting bagi pembahasan internasional mengenai pengemudian otomatis.
- Penulis :
- Gerry Eka





