
Pantau - Pemerintah Palestina menekankan pentingnya pengawasan dan perlindungan situs arkeologi serta sejarah, khususnya lokasi yang dinilai terancam langsung oleh pendudukan Israel dan pemukim zionis.
Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina Hani Al-Hayek menyampaikan hal tersebut ketika meninjau sejumlah situs bersejarah dan arkeologi di Kota Al-Karmel, Yatta, dan Beit 'Amra, Kegubernuran Hebron, Sabtu (8/8/2026).
Peninjauan mencakup situs arkeologi Qasr Al-Karmil, Qisarya, Khirbet Umm Al-Amad, dan Khirbet Beit 'Amra untuk melihat kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi.
Al-Hayek juga membahas langkah menjaga dan mengembangkan situs dengan memanfaatkan aset arkeologi serta sejarah yang dimiliki Palestina.
Situs Arkeologi Didorong Masuk Peta Pariwisata
Al-Hayek menekankan pentingnya memasukkan berbagai situs bersejarah tersebut dalam peta pariwisata Palestina sekaligus melindunginya dari ancaman yang dihadapi.
Menurut dia, Palestina memiliki berbagai situs arkeologi unik yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah dan identitas nasional.
Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina berkomitmen menjalin kemitraan dengan otoritas lokal dan tokoh masyarakat untuk melindungi serta mengembangkan situs menggunakan sumber daya yang tersedia.
Pemerintah juga berencana berkontribusi dalam rehabilitasi situs agar dapat menjadi tujuan wisata yang ramah bagi pengunjung serta menarik masyarakat dan wisatawan.
Pariwisata Diharapkan Memperkuat Perlindungan
Pengembangan situs arkeologi sebagai tujuan wisata dinilai dapat mendorong sektor pariwisata sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Kehadiran masyarakat di kawasan bersejarah juga dipandang dapat membantu menjaga situs sekaligus meningkatkan perhatian nasional terhadap perlindungan peninggalan arkeologi Palestina.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Palestina mempertahankan situs-situs bersejarah sebagai warisan budaya dan bagian dari identitas nasional di tengah berbagai ancaman yang dihadapi.
- Penulis :
- Gerry Eka



