
Pantau - Pemerintah Vietnam dan Myanmar sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan setelah pemimpin kedua negara menggelar pembicaraan di Hanoi, Sabtu (5/9).
Presiden Vietnam To Lam dan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing menyepakati perluasan kerja sama yang mencakup pelatihan, pertukaran perwira muda, operasi pencarian dan penyelamatan, serta penanggulangan bencana.
Kedua negara juga akan meningkatkan pertukaran informasi dan koordinasi untuk memberantas kejahatan lintas negara, perdagangan narkoba dan manusia, kejahatan berteknologi tinggi, serta penipuan daring.
Vietnam dan Myanmar Tingkatkan Koordinasi Keamanan
Kedua pemimpin berjanji tidak mengizinkan individu maupun organisasi menggunakan wilayah salah satu negara untuk melakukan kegiatan yang menentang negara lainnya.
Vietnam melalui To Lam juga menawarkan berbagi pengalaman mengenai pembangunan ekonomi dan integrasi internasional kepada Myanmar.
Min Aung Hlaing pada kesempatan tersebut berjanji memfasilitasi investasi Vietnam dan mendorong perluasan kerja sama di sektor pertanian, telekomunikasi, teknologi, energi, serta infrastruktur.
Kerja Sama ASEAN dan Stabilitas Laut China Selatan
Vietnam dan Myanmar turut menyepakati penguatan pertukaran melalui berbagai mekanisme regional dan internasional, termasuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan kerja sama subkawasan Mekong.
Para pemimpin Myanmar diketahui tidak diikutsertakan dalam KTT Pemimpin ASEAN sejak 2021 setelah militer mengambil alih kekuasaan di negara tersebut.
Min Aung Hlaing memimpin kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021 dan kemudian memangku jabatan presiden serta menunjuk kabinet baru pada April 2026.
Vietnam dan Myanmar juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, serta kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan.
Kedua negara menyerukan agar sengketa di kawasan tersebut diselesaikan secara damai sesuai dengan hukum internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka




