HOME  ⁄  News

PBB Mendesak Pemerintah Dunia Lindungi Jurnalis dan Akhiri Impunitas Kejahatan Pers

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PBB Mendesak Pemerintah Dunia Lindungi Jurnalis dan Akhiri Impunitas Kejahatan Pers
Foto: Foto dan nama-nama jurnalis yang tewas dalam serangan Israel di Gaza, serta ribuan sepatu anak-anak dipajang selama acara peringatan yang diadakan untuk anak-anak dan jurnalis Palestina yang tewas dalam serangan Israel di Gaza di Bosch, Belanda pada 14 Juni 2026.

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah di seluruh dunia melindungi jurnalis, menjamin kebebasan pers, dan mengakhiri impunitas atas berbagai kejahatan terhadap pekerja media.

Desakan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Komunikasi Global Melissa Fleming dalam Forum Media Asia-Pasifik di Shenzhen, China, Sabtu, 5 September 2026.

"Prinsip-prinsip global PBB mengenai integritas informasi mendorong semua pemerintah untuk kembali berkomitmen pada kebebasan pers, melindungi jurnalis dan mengakhiri impunitas atas kejahatan terhadap mereka, menghormati hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi, serta mengakhiri praktik-praktik yang membatasi independensi pemberitaan," kata Fleming.

Menurut Fleming, perubahan yang bermakna hanya dapat terwujud apabila masyarakat memperoleh informasi yang memadai dan terlibat secara aktif dalam berbagai persoalan publik.

"Itulah sebabnya kami ingin melihat pemberitaan yang kuat dan kritis mengenai berbagai persoalan yang kita hadapi, dengan pelaporan yang akurat dan mendalam untuk menjelaskan tantangan paling kompleks, serta percakapan yang menginspirasi dengan mereka yang berupaya mencari solusi. Percakapan yang dapat menampilkan orang-orang dan tempat-tempat yang melakukan hal yang benar," tambahnya.

Fleming mengatakan pemberitaan yang kuat, kritis, akurat, dan mendalam merupakan layanan publik penting yang dapat membantu memulihkan kepercayaan serta mengatasi berbagai hambatan terhadap kemajuan.

Seruan PBB tersebut muncul di tengah tingginya jumlah pekerja media yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas.

Committee to Protect Journalists (CPJ) yang berbasis di New York pada Februari 2026 melaporkan sebanyak 129 pekerja media tewas sepanjang 2025.

Jumlah kematian pekerja media tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat berdasarkan laporan CPJ.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026