HOME  ⁄  News

Iran Ancam Tetap Tutup Selat Hormuz hingga Amerika Serikat Penuhi Komitmen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Ancam Tetap Tutup Selat Hormuz hingga Amerika Serikat Penuhi Komitmen
Foto: Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dengan bendera Iran.

Pantau - Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi komitmen dalam kesepakatan Juni 2026 serta persyaratan yang telah ditetapkan Teheran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di hadapan parlemen pada Minggu, 20 September 2026, sebagaimana dilaporkan stasiun penyiaran pemerintah IRIB.

Qalibaf mengatakan Iran telah menyampaikan persyaratannya secara tegas kepada pihak lawan melalui sejumlah perantara.

“Pihak lawan sangat menyadari bahwa upaya penipuan dan pemaksaan sepihak telah tertutup. Sampai persyaratan ini dipenuhi, hak-hak sah rakyat Iran diakui, dan komitmen Amerika dipenuhi, tidak akan ada peluang untuk kembali ke kondisi perundingan sebelumnya atau membuka kembali Selat Hormuz,” kata Qalibaf.

Kesepakatan Juni Gagal Akibat Perselisihan

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian direspons Teheran dengan serangan terhadap negara-negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.

Iran kemudian menutup Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perairan penting untuk pengiriman minyak dan gas.

Washington dan Teheran mencapai kesepakatan pada Juni 2026 yang mencakup penghentian operasi militer serta pengaturan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran.

Kesepakatan tersebut kemudian gagal setelah kedua pihak berselisih mengenai pengaturan pelayaran dan keamanan di jalur perairan strategis itu.

Iran Tuntut Komitmen Amerika Serikat Dipenuhi

Pemerintah Iran menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz dikaitkan dengan pemenuhan persyaratan Teheran, pengakuan terhadap hak-hak rakyat Iran, serta pelaksanaan komitmen Amerika Serikat.

Pernyataan terbaru Qalibaf sekaligus menunjukkan belum tercapainya kesepakatan antara kedua negara mengenai mekanisme pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026