
Pantau - Militer Amerika Serikat (AS) menyerang kapal kargo berbendera Panama bernama M/V Ocean Monica di Teluk Oman pada Sabtu (10/10/2026) karena diduga berupaya melanggar blokade laut terhadap Iran yang diberlakukan Washington.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur dengan amunisi presisi yang diarahkan ke bagian buritan kapal.
Serangan tersebut mengakibatkan sistem penggerak kapal lumpuh sepenuhnya, tetapi tidak menimbulkan korban luka di antara awak kapal.
“Pesawat tempur militer AS menyerang bagian buritan kapal M/V Ocean Monica berbendera Panama menggunakan amunisi presisi, yang melumpuhkan sepenuhnya sistem penggerak kapal tanpa melukai awaknya,” kata CENTCOM melalui platform X.
CENTCOM Sebut Kapal Mengabaikan Peringatan Berulang Kali
CENTCOM menjelaskan bahwa M/V Ocean Monica sebelumnya bertolak dari sebuah pelabuhan di Iran dan berupaya melintasi perairan kawasan.
Menurut militer AS, kapal tersebut diduga mencoba melanggar blokade laut yang diberlakukan terhadap Iran.
Sebelum serangan dilakukan, awak kapal disebut telah menerima peringatan berulang kali dari pihak militer Amerika Serikat.
Namun, CENTCOM menyatakan peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga pesawat tempur AS menyerang bagian buritan kapal.
Penggunaan amunisi presisi disebut berhasil melumpuhkan sistem penggerak tanpa melukai awak yang berada di atas kapal.
Belum ada keterangan mengenai jumlah awak, jenis muatan, maupun kondisi kapal setelah serangan tersebut.
Serangan Terjadi di Tengah Konflik Amerika Serikat dan Iran
Insiden di Teluk Oman berlangsung ketika ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut.
Konflik tersebut meningkat sejak 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat bersama Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan operasi militer terhadap pihak lawan.
Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan.
Namun, kesepakatan tersebut tidak berhasil mengakhiri konflik karena kedua negara kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelahnya.
Hingga Oktober 2026, perselisihan militer antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan belum terselesaikan.
Gangguan Pelayaran Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Bahan Bakar
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah juga berdampak terhadap aktivitas pelayaran internasional, khususnya melalui Selat Hormuz.
Jalur perairan tersebut merupakan salah satu lintasan utama perdagangan minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair atau LNG dunia.
Konflik yang terus berlangsung menyebabkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz terhenti.
Gangguan tersebut berdampak pada distribusi energi internasional dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara.
Situasi ini memperlihatkan dampak konflik militer terhadap perdagangan energi dan transportasi laut di kawasan.
Status Kapal Ocean Monica Setelah Serangan Belum Dijelaskan
CENTCOM telah mengonfirmasi bahwa serangan terhadap M/V Ocean Monica dilakukan untuk menghentikan pergerakan kapal yang diduga melanggar blokade laut terhadap Iran.
Meski sistem penggerak kapal dilaporkan lumpuh, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penanganan kapal maupun langkah yang akan dilakukan terhadap awaknya.
Pihak militer AS juga belum memberikan rincian tambahan mengenai kemungkinan pemeriksaan muatan atau tindakan lanjutan setelah kapal dihentikan.
Insiden tersebut menambah daftar ketegangan di perairan sekitar Iran ketika konflik antara Washington dan Teheran masih berlangsung.
- Penulis :
- Gerry Eka




