HOME  ⁄  News

Panama Tetapkan Status Darurat Usai Gempa Magnitudo 7,5, Rumah hingga Fasilitas Kesehatan Rusak

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Panama Tetapkan Status Darurat Usai Gempa Magnitudo 7,5, Rumah hingga Fasilitas Kesehatan Rusak
Foto: Foto ini,yang diambil pada 9 Oktober 2026, menunjukkan menara lonceng sebuah gereja yang runtuh setelah gempa bumi kuat di Penonome, Provinsi Cocle bagian tengah, Panama.

Pantau - Pemerintah Panama resmi menetapkan status darurat nasional pada Sabtu (10/10/2026) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang negara tersebut sehari sebelumnya dan menyebabkan kerusakan pada rumah penduduk, sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, serta sejumlah bangunan umum.

Penetapan status darurat dilakukan untuk mempercepat koordinasi bantuan, memastikan kesiapan lembaga pemerintah, dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Menteri Kepresidenan Panama Juan Carlos Orillac mengatakan keputusan tersebut memungkinkan pemerintah mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk menangani dampak gempa.

Presiden Panama Jose Raul Mulino juga memerintahkan pembentukan komisi khusus untuk mengoordinasikan operasi bantuan dan penanganan kebutuhan warga terdampak.

Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Panama pada 9 Oktober 2026

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Panama pada Jumat (9/10/2026) pukul 12.56 waktu setempat.

Pusat gempa berada sekitar 39 kilometer di sebelah barat laut Tonosi, Provinsi Los Santos.

Guncangan kuat tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Panama.

Sejumlah rumah penduduk, bangunan sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan.

Bangunan umum juga terdampak, termasuk menara lonceng sebuah gereja di Penonome, Provinsi Cocle, yang terlihat runtuh setelah gempa.

Otoritas Panama masih melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut.

Presiden Panama Bentuk Komisi Khusus Penanganan Gempa

Menteri Kepresidenan Juan Carlos Orillac menyampaikan langkah pemerintah dalam konferensi pers di istana kepresidenan pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut Orillac, penetapan status darurat bertujuan memastikan seluruh lembaga pemerintah tetap siaga dan memiliki sumber daya untuk membantu masyarakat.

Presiden Jose Raul Mulino telah menginstruksikan pembentukan komisi yang bertugas mengoordinasikan operasi bantuan pascagempa.

Komisi tersebut juga bertanggung jawab mengatur penggunaan sumber daya serta menangani berbagai kebutuhan warga yang terdampak.

Pembentukan komisi menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menyatukan koordinasi penanganan bencana di berbagai wilayah.

Pemerintah Panama Buka Pos Pengumpulan Bantuan

Selain membentuk komisi khusus, pemerintah Panama mendirikan sejumlah pusat pengumpulan sumbangan untuk membantu korban gempa.

Salah satu lokasi pengumpulan bantuan berada di Omar Park, Panama City.

Pemerintah juga memanfaatkan kantor-kantor pemerintahan provinsi sebagai titik pengumpulan sumbangan tambahan.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Orillac menjelaskan bahwa koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak.

Otoritas Masih Evaluasi Kerusakan dan Kebutuhan Warga

Pemerintah Panama terus melakukan penilaian terhadap kerusakan bangunan dan infrastruktur akibat gempa.

Evaluasi tersebut mencakup kondisi rumah penduduk, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, jalan, dan bangunan publik.

Hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menentukan kebutuhan penanganan darurat.

Hingga laporan disampaikan pada Minggu (11/10/2026), belum terdapat rincian resmi mengenai jumlah korban maupun total kerugian akibat gempa tersebut.

Otoritas Panama masih melanjutkan koordinasi tanggap darurat serta pengumpulan bantuan untuk mendukung masyarakat yang terdampak.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026