
Pantau - Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Muhammad Siddiq Armia, menempati peringkat pertama di antara akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia yang masuk daftar Top 2% Scientists Worldwide 2026 versi Stanford University–Elsevier.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian kedua bagi Siddiq setelah namanya juga tercantum dalam daftar dua persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia pada 2025.
Siddiq mengatakan posisinya dalam daftar tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, nama kami kembali tercatat dalam daftar Top 2 persen Scientist Worldwide 2026. Peringkat kali ini lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Siddiq dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Minggu (11/10/2026).
Tujuh Akademisi UIN Masuk Daftar Ilmuwan Top Dunia 2026
Siddiq menjelaskan bahwa terdapat tujuh akademisi dari berbagai UIN di Indonesia yang masuk dalam daftar ilmuwan top dunia 2026.
Selain dirinya, Guru Besar FSH UIN Ar-Raniry Prof Mursyid Djawas juga masuk dalam daftar tersebut dan berada pada urutan berikutnya di antara akademisi PTKIN.
Berdasarkan urutan yang disampaikan Siddiq, tujuh akademisi tersebut adalah:
Muhammad Siddiq Armia — UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Mursyid Djawas — UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Hariyanto — UIN Purwokerto.
Saiful Mujani — UIN Jakarta.
Khairunnisa Musari — UIN Jember.
Maila DH Rehiem — UIN Jakarta.
Habibis Saleh — UIN Riau.
Masuknya dua guru besar FSH UIN Ar-Raniry dalam daftar tersebut menunjukkan keterwakilan akademisi kampus asal Aceh dalam pemeringkatan ilmuwan internasional.
Siddiq Armia Aktif Membimbing Akademisi Muda
Muhammad Siddiq Armia mengatakan dirinya secara konsisten membagikan pengetahuan dan pengalaman akademik internasional kepada dosen muda serta mahasiswa.
Salah satu bidang yang menjadi perhatiannya adalah peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah dan menerbitkan penelitian pada jurnal internasional.
Selain mengajar di UIN Ar-Raniry, Siddiq juga aktif menjadi dosen tamu dan penguji disertasi di sejumlah perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Ia pernah mendapat undangan untuk mengajar atau menguji disertasi doktoral di berbagai negara, termasuk Inggris, Maroko, Uni Emirat Arab, Qatar, Filipina, Thailand, Korea, dan Malaysia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam bidang pendidikan tinggi dan pengembangan penelitian hukum di tingkat internasional.
Wakili Indonesia dalam Pertemuan Ilmiah di Markas PBB Jenewa
Pada akhir Agustus hingga September 2026, Siddiq menjadi salah satu akademisi yang mewakili Indonesia dalam pertemuan ilmiah tingkat global di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jenewa, Swiss.
Pertemuan tersebut melibatkan akademisi dari 20 negara.
Dalam rangkaian kegiatan internasional itu, Siddiq juga mengunjungi gedung Parlemen Inggris, House of Lords.
Aktivitas akademik internasional tersebut melengkapi pengalamannya sebagai dosen tamu dan penguji disertasi di berbagai perguruan tinggi.
Riwayat Pendidikan dan Keahlian Muhammad Siddiq Armia
Muhammad Siddiq Armia merupakan akademisi kelahiran Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang memiliki spesialisasi dalam bidang Hukum Tata Negara Internasional.
Ia merupakan alumnus Dayah Darussaadah Teupin Raya, Kabupaten Pidie, serta Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Beureunuen.
Siddiq menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry pada 2000.
Ia kemudian meraih gelar magister dari Universitas Indonesia pada 2004.
Pendidikan doktoralnya diselesaikan di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris, pada 2016.
Dalam penelitian doktoralnya, Siddiq mengangkat studi komparasi yang berkaitan dengan Mahkamah Konstitusi Jerman.
Berbagai karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam jurnal bereputasi internasional dan memperoleh ribuan sitasi dari akademisi lintas negara.
Keberhasilannya kembali masuk daftar Top 2% Scientists Worldwide pada 2026 sekaligus memperpanjang catatan pengakuan internasional terhadap kiprah akademiknya di bidang hukum.
- Penulis :
- Gerry Eka




