
Pantau - Panorama Media menggelar FLEI Business Show edisi ke-27 bersama Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) edisi ke-9 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, untuk membuka peluang ekspansi merek lokal Indonesia ke pasar Asia Tenggara melalui pertemuan dengan investor dan calon mitra bisnis.
Pameran yang berlangsung hingga Minggu (11/10/2026) tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dari Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.
Kegiatan ini juga menyediakan program penjajakan kerja sama bisnis serta konferensi yang membahas strategi pertumbuhan industri waralaba.
Direktur Utama Panorama Media Royanto Handaya mengatakan penyelenggaraan kedua pameran secara bersamaan bertujuan menghubungkan pelaku waralaba dengan pemasok kebutuhan usaha.
"Kami menghadirkan kedua pameran ini berdampingan karena kebutuhan pasarnya saling terhubung. Investor yang menemukan konsep usaha di FLEI juga membutuhkan pemasok dan peralatan di CBE. Dengan mempertemukan seluruh mata rantai tersebut di satu lokasi, kami ingin setiap kunjungan menghasilkan tindak lanjut bisnis yang nyata," ujar Royanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
FLEI Business Show Dorong Merek Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara
FLEI Business Show 2026 menjadi wadah bagi pemilik merek Indonesia untuk memperluas jaringan usaha melalui pertemuan dengan investor dan mitra dari sejumlah negara.
Salah satu program utama yang diselenggarakan adalah business matching atau penjajakan kerja sama bisnis yang mempertemukan pemilik merek dengan calon investor.
Program tersebut dirancang untuk membuka peluang kemitraan, termasuk pengembangan usaha waralaba ke pasar regional.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Juan Permata Adoe menilai sejumlah merek Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, sektor kuliner dan kopi menjadi dua bidang usaha yang memiliki peluang ekspansi, tetapi masih membutuhkan dukungan jaringan dan kemitraan.
“Banyak brand Indonesia, khususnya di sektor kuliner dan kopi, telah memiliki daya saing untuk masuk ke pasar regional. Yang dibutuhkan adalah akses jejaring dan mitra yang tepat,” ujarnya.
Selain mempertemukan pelaku usaha, pameran ini menghadirkan konferensi bisnis untuk membahas strategi pengembangan dan perkembangan industri waralaba.
Jumlah Waralaba Lokal Terdaftar Lampaui Merek Asing
Perkembangan industri waralaba Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah pendaftaran merek dalam negeri.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan hingga Agustus 2026, jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk merek lokal mencapai 169.
Angka tersebut melampaui jumlah STPW merek asing yang tercatat sebanyak 163.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita G Supit menilai perkembangan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap merek dalam negeri.
Meski demikian, Levita menekankan pentingnya penguatan standar bisnis agar merek lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya juga mendorong pelaku waralaba lokal untuk memperkuat standar operasional dan kualitas usaha.
"Industri waralaba memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan berusaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri. Kami mendorong brand lokal untuk terus memperkuat standar bisnisnya, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global, dan pameran seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra," ujar Budi.
Pameran CBE Hubungkan Pengusaha Kuliner dengan Pemasok
Penyelenggaraan FLEI Business Show tahun ini turut menghadirkan Café & Brasserie Expo Indonesia untuk mendukung kebutuhan industri makanan dan minuman.
Pameran CBE mempertemukan pengusaha kafe dan restoran dengan pemasok bahan baku, peralatan, serta penyedia solusi operasional.
Produk yang ditampilkan mencakup kopi, teh, cokelat, bir, anggur, dan berbagai kebutuhan usaha kuliner lainnya.
Pengunjung juga mendapatkan kesempatan mencoba produk sebelum melakukan pembelian atau menjalin kerja sama dengan pemasok.
Sejumlah kegiatan pendukung turut diselenggarakan, antara lain Cafe Talks, Latte Art Workshop, dan Coffee Roasting Experience.
Penyelenggaraan kedua pameran tersebut melibatkan sejumlah asosiasi industri, termasuk WALI, Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), serta Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo).
Konsumsi Kopi Indonesia Diproyeksikan Capai 4,8 Juta Karung
Peluang pengembangan usaha kuliner dan kopi juga didukung oleh pertumbuhan konsumsi kopi di pasar domestik.
Berdasarkan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), konsumsi kopi Indonesia pada periode 2024/2025 diproyeksikan mencapai 4,8 juta karung berukuran 60 kilogram.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan konsumsi pada periode 2020/2021 yang tercatat sebesar 4,45 juta karung.
Ketua Umum DPP ASKI Irsan Yumeno mengatakan pertumbuhan jumlah kedai kopi turut mendorong peningkatan permintaan biji kopi dalam negeri.
"Pertumbuhan jumlah kedai kopi berdampak langsung pada permintaan biji kopi dalam negeri, yang pada akhirnya menguatkan petani dan roaster lokal. Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu," ujar Irsan.
Peningkatan permintaan tersebut dinilai memberikan peluang bagi petani, pengolah kopi, dan pelaku usaha kafe untuk memperkuat rantai pasok domestik.
FLEI Business Show edisi ke-27 dan CBE Indonesia edisi ke-9 berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, hingga 11 Oktober 2026 dengan fokus memperluas kemitraan usaha dan membuka akses pasar regional bagi merek Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka




