
Pantau - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi ekspor 310 kilogram madu produksi masyarakat Kabupaten Muara Enim ke Singapura dengan nilai mencapai Rp47,96 juta pada pekan pertama Oktober 2026.
Pengiriman komoditas tersebut dilakukan melalui Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang setelah melewati pemeriksaan dan tindakan karantina.
Kepala BKHIT Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari mengatakan ekspor tersebut menunjukkan peluang produk lokal untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.
"Ekspor madu sebanyak 310 kilogram senilai Rp47,96 juta diberangkatkan melalui Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada pekan pertama Oktober 2026 ini," kata Sri Endah di Palembang, Minggu (11/10/2026).
Madu Muara Enim Lolos Pemeriksaan Karantina Sebelum Diekspor
Sri Endah menjelaskan bahwa seluruh komoditas madu yang akan dikirim ke Singapura harus melalui prosedur pemeriksaan oleh petugas karantina.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan produk memenuhi persyaratan karantina serta ketentuan yang ditetapkan negara tujuan.
BKHIT Sumatera Selatan berperan dalam memfasilitasi proses tersebut agar pengiriman komoditas dapat dilakukan sesuai ketentuan.
Menurut Sri Endah, keberhasilan ekspor madu dari Muara Enim memperlihatkan bahwa produk daerah memiliki peluang bersaing di pasar internasional.
“Ekspor madu asal Muara Enim ini menunjukkan bahwa komoditas daerah memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. Kami terus mendukung pelaku usaha agar komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan karantina dan negara tujuan,” ujarnya.
Ekspor Madu Sumatera Selatan ke Singapura Meningkat pada 2026
Pengiriman madu dari Muara Enim pada Oktober 2026 menambah catatan ekspor komoditas tersebut dari Sumatera Selatan ke Singapura.
Berdasarkan data Best Trust Badan Karantina Indonesia (Barantin), ekspor madu Sumatera Selatan ke Singapura selama Januari hingga September 2026 mencapai 1,5 ton.
Jumlah tersebut tercatat melalui empat kali pengiriman sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Capaian itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat ekspor sebanyak 266 kilogram melalui satu kali pengiriman.
Peningkatan volume dan frekuensi pengiriman tersebut menunjukkan perkembangan perdagangan madu Sumatera Selatan ke pasar Singapura.
BKHIT Sumsel Dukung Pelaku Usaha Perluas Pasar Ekspor
BKHIT Sumatera Selatan menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaku usaha yang ingin memasarkan produk daerah ke luar negeri.
Dukungan tersebut dilakukan melalui layanan pemeriksaan dan tindakan karantina guna memastikan komoditas memenuhi persyaratan negara tujuan.
Ekspor madu dari Kabupaten Muara Enim menjadi salah satu contoh pengiriman produk masyarakat Sumatera Selatan ke pasar internasional.
Pengiriman sebanyak 310 kilogram pada awal Oktober juga melanjutkan aktivitas ekspor madu yang telah berlangsung selama Januari hingga September 2026.
Dengan nilai pengiriman mencapai Rp47,96 juta, madu produksi masyarakat Muara Enim menjadi salah satu komoditas daerah yang berhasil memasuki pasar Singapura melalui fasilitas ekspor di Palembang.
- Penulis :
- Gerry Eka




