
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump menggunakan hak pilih lebih awal di Florida menjelang pemilu sela Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.
Keduanya memberikan suara melalui mekanisme pemungutan suara dini yang telah diikuti jutaan warga Amerika Serikat sebelum hari pemilihan resmi.
Berdasarkan laporan NBC yang dikutip Sputnik, lebih dari 26,7 juta warga AS telah menggunakan hak pilih mereka melalui pemungutan suara langsung maupun melalui pos.
Pemilu sela tersebut akan menentukan komposisi baru Dewan Perwakilan Rakyat AS serta memperebutkan 35 kursi Senat.
Pemungutan suara berlangsung ketika Partai Republik masih memegang mayoritas tipis di Kongres Amerika Serikat.
Trump Tampil Mengenakan Stiker Bertuliskan I Voted
Keikutsertaan Donald Trump dalam pemungutan suara dini di Florida terekam dalam siaran televisi.
Setelah memberikan hak pilihnya, Trump terlihat menemui sejumlah wartawan.
Presiden AS tersebut mengenakan stiker bertuliskan "I Voted" pada bagian kerah jaketnya.
Stiker tersebut menandakan bahwa Trump telah berpartisipasi dalam proses pemungutan suara.
Melania Trump juga turut memberikan suaranya bersama sang suami.
Keduanya memanfaatkan kesempatan memilih lebih awal sebelum pemungutan suara serentak digelar pada 3 November mendatang.
Lebih dari 26,7 Juta Warga AS Sudah Memberikan Suara
Pemungutan suara dini dalam pemilu sela Amerika Serikat telah diikuti puluhan juta pemilih.
Menurut laporan NBC, jumlah warga yang telah menggunakan hak pilih mencapai lebih dari 26,7 juta orang.
Angka tersebut mencakup pemilih yang mendatangi lokasi pemungutan suara secara langsung serta mereka yang mengirimkan surat suara melalui pos.
Mekanisme pemilihan lebih awal memungkinkan warga memberikan suara sebelum hari pemungutan suara utama.
Donald Trump dan Melania Trump termasuk di antara warga yang telah memanfaatkan mekanisme tersebut di Florida.
Pemilu sela AS sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026.
Pemilu Sela Tentukan Komposisi Kongres Amerika Serikat
Pemilu sela 2026 menjadi agenda politik penting karena akan menentukan susunan kekuatan partai di Kongres Amerika Serikat.
Dalam pemilihan tersebut, warga AS akan memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk komposisi baru lembaga legislatif tersebut.
Selain itu, sebanyak 35 kursi Senat juga menjadi bagian dari pemilihan.
Hasil pemungutan suara akan menentukan keseimbangan kekuatan politik di dua kamar Kongres.
Saat ini, Partai Republik masih menguasai mayoritas tipis di Kongres AS.
Perubahan jumlah kursi yang dikuasai masing-masing partai dapat memengaruhi komposisi mayoritas setelah pemilu sela selesai.
Partai Republik Hadapi Ujian Mempertahankan Mayoritas
Pemilu sela menjadi momentum bagi Partai Republik untuk mempertahankan posisi mayoritasnya di Kongres Amerika Serikat.
Di sisi lain, hasil pemilihan juga akan menentukan peluang Partai Demokrat dalam mengubah komposisi kekuatan politik di lembaga legislatif.
Dengan mayoritas Partai Republik yang relatif tipis, perebutan kursi dalam pemilu sela menjadi faktor penting bagi susunan Kongres berikutnya.
Komposisi Kongres berpengaruh terhadap pembahasan undang-undang, anggaran, dan berbagai kebijakan pemerintah federal.
Hasil pemilu juga akan menentukan dinamika hubungan antara pemerintahan Donald Trump dan lembaga legislatif selama sisa masa jabatannya.
Hingga Minggu (25/10/2026), proses pemungutan suara dini masih menjadi bagian dari tahapan menjelang pemilihan utama pada 3 November.
Jumlah pemilih yang telah memberikan suara lebih awal dilaporkan melampaui 26,7 juta orang, sementara hasil akhir pemilu baru akan diketahui setelah proses penghitungan suara berlangsung.
- Penulis :
- Gerry Eka




