
Pantau - Mantan Presiden Paraguay Santiago Peña menjalani penahanan praperadilan atas perintah hakim terkait skandal keuangan yang melibatkan Ueno Bank setelah dirinya dimakzulkan dari jabatan kepala negara.
Berdasarkan laporan surat kabar Última Hora yang dikutip dari Sputnik/RIA Novosti, Peña menghadapi dakwaan terkait dugaan penyalahgunaan kepercayaan dan pengelolaan dana untuk kepentingan pribadi.
Penahanan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kasus krisis keuangan Ueno Bank yang memicu demonstrasi ribuan nasabah dan berujung pada pemakzulan Presiden Paraguay.
Krisis Ueno Bank Picu Demonstrasi Nasabah
Kasus yang menjerat Peña bermula dari krisis keuangan yang dialami Ueno Bank, salah satu bank swasta di Paraguay.
Pada 3 November 2026, Bank Sentral Paraguay memulai prosedur penanganan darurat terhadap bank tersebut setelah kondisi keuangannya memburuk.
Langkah tersebut diambil karena rasio solvabilitas Ueno Bank anjlok hingga berada di bawah ambang batas minimum yang ditetapkan sebesar 50 persen.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para nasabah terhadap keamanan dana yang mereka simpan di bank.
Ribuan nasabah kemudian turun ke jalan untuk menuntut pengembalian dana mereka.
Selain meminta pengembalian dana, para demonstran mendesak agar seluruh pihak yang bertanggung jawab atas krisis keuangan tersebut diproses secara hukum.
Mereka juga menuntut Santiago Peña mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Paraguay.
Senat Paraguay Putuskan Pemakzulan Peña
Gelombang protes akibat krisis Ueno Bank kemudian diikuti keputusan Senat Paraguay untuk memakzulkan Santiago Peña dari jabatan presiden.
Keputusan pemakzulan tersebut sekaligus mengakhiri kekebalan hukum yang sebelumnya melekat pada Peña sebagai kepala negara.
Dengan dicabutnya kekebalan hukum tersebut, aparat penegak hukum dapat melanjutkan proses hukum terhadap dugaan keterlibatannya dalam skandal keuangan Ueno Bank.
Pengadilan kemudian memerintahkan penahanan praperadilan terhadap mantan presiden tersebut.
Peña kini menghadapi proses hukum atas dugaan penyalahgunaan kepercayaan dan pengelolaan dana untuk kepentingan pribadi.
Penahanan tersebut berlangsung setelah krisis perbankan yang bermula pada awal November 2026 berkembang menjadi persoalan politik dan hukum di Paraguay.
- Penulis :
- Gerry Eka




