
Pantau - Pasangan ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi mengalihkan fokus untuk menjaga kondisi fisik setelah tersingkir pada babak 16 besar turnamen All England 2026.
Pada pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, pasangan Fadia dan Tiwi harus mengakui keunggulan unggulan kelima asal Jepang Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto.
Fadia dan Tiwi kalah dengan skor 15-21 dan 16-21.
Setelah kekalahan tersebut, pasangan Indonesia itu memilih segera mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya.
Amallia Cahaya Pratiwi mengatakan, "Masih ada Swiss Open pekan depan jadi kami harus jaga kondisinya jangan sampai turun. Staminanya tidak boleh kendur," ungkapnya.
Konsistensi Jadi Evaluasi
Tiwi menilai bahwa secara permainan mereka sebenarnya sudah menemukan pola yang tepat saat menghadapi pasangan Jepang tersebut.
Namun ia mengakui bahwa konsistensi permainan masih menjadi kendala dalam pertandingan tersebut.
Tiwi mengatakan, "Hanya memang konsistensinya masih hilang-hilangan," jelasnya.
Sementara itu Siti Fadia Silva Ramadhanti menyatakan tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan dengan usaha maksimal.
Menurutnya peluang untuk menyamakan kedudukan sempat terbuka dalam pertandingan tersebut.
Namun sejumlah kesalahan sendiri membuat jarak poin kembali melebar.
Fadia mengatakan, "Setelah itu kami banyak mati sendiri yang membuat jarak poinnya jauh lagi," ungkapnya.
Perlu Bermain Lebih Efisien
Fadia juga menilai ganda putri harus bermain dengan lebih sabar dan efisien.
Ia menjelaskan bahwa pertandingan ganda putri kerap berlangsung dalam reli panjang yang sangat menguras tenaga.
Karena itu pemain harus mampu menghemat tenaga dan meminimalkan kesalahan agar tidak kehilangan poin dengan mudah.
Fadia mengatakan, "Kami harus lebih konsisten lagi. Ganda putri mainnya capek dan reli, jadi harus bisa lebih hemat poin dan tidak banyak buang poin," ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








