HOME  ⁄  Olahraga

Kemenpora Targetkan 300 Pelatih Olahraga Disabilitas Bersertifikat untuk Perkuat Ekosistem Inklusif

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenpora Targetkan 300 Pelatih Olahraga Disabilitas Bersertifikat untuk Perkuat Ekosistem Inklusif
Foto: Pelari Indonesia Tiwa (kanan) beradu cepat dengan pelari dari negara lain pada final 1.500 meter putri T11, T13, T20 ASEAN Para Games 2025 Thailand di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu 21/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan 300 pelatih olahraga disabilitas memiliki sertifikasi melalui program pelatihan master dan manajemen talenta olahraga sebagai upaya memperkuat ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna membangun fondasi olahraga disabilitas yang lebih kompetitif.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan, "Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat sumber daya manusia."

Penguatan Pelatih dan Akses Pembinaan

Peningkatan kapasitas pelatih dinilai penting karena pelatih bersertifikat memiliki peran besar dalam mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Keberadaan pelatih juga memperluas akses pembinaan olahraga yang setara bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah.

Program pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi talenta olahraga disabilitas telah dilaksanakan pada 21 sampai 23 April di Surakarta.

Kegiatan tersebut melibatkan 30 atlet elite internasional sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan berbagi pengalaman.

Pada tahun ini, program difokuskan bagi pelatih serta pemangku kepentingan olahraga disabilitas untuk memperluas dampak pembinaan.

Menpora menyatakan, "Peserta yang terpilih akan dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan dalam pengembangan olahraga disabilitas di masyarakat."

Prestasi dan Komitmen Nasional

Program ini menegaskan komitmen Kemenpora untuk menghadirkan olahraga yang setara dan ramah bagi semua orang di Indonesia.

Penguatan sumber daya manusia melalui pelatih bersertifikat menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi olahraga disabilitas Indonesia.

Olahraga disabilitas Indonesia berada di bawah naungan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia yang terus mendorong peningkatan prestasi.

Indonesia meraih posisi kedua pada ASEAN Para Games 2025 dengan perolehan 135 medali emas, 144 perak, dan 114 perunggu.

Capaian tersebut menegaskan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan dalam olahraga paralimpik.

Sebelumnya, Indonesia mencatat hattrick juara umum ASEAN Para Games pada 2017 di Kuala Lumpur, 2022 di Surakarta, dan 2023 di Kamboja.

Penulis :
Arian Mesa