
Pantau - Gairah masyarakat Indonesia terhadap ajang balap MotoGP kembali meningkat pada 2026 seiring munculnya pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama, yang tampil kompetitif di kelas Moto3.
Fenomena ini mengingatkan pada era kejayaan Valentino Rossi pada awal 2000-an yang menjadi magnet utama penonton MotoGP di Indonesia.
Pada masa itu, Rossi dikenal sebagai ikon balap dengan rivalitas sengit melawan sejumlah pembalap dunia seperti Max Biaggi, Sete Gibernau, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, hingga Marc Marquez.
Era Rossi dan Penurunan Minat
Popularitas MotoGP di Indonesia sempat mencapai puncaknya ketika Rossi aktif berlaga dan kerap menjadi pusat perhatian penggemar.
Kehadiran Rossi yang identik dengan aksi dramatis di lintasan membuat balapan MotoGP menjadi tontonan wajib bagi banyak masyarakat.
Namun, setelah pembalap asal Italia tersebut pensiun pada 2021, minat sebagian penonton terhadap MotoGP dilaporkan mengalami penurunan.
Situasi tersebut membuat atmosfer MotoGP tidak lagi seramai saat era dominasi Rossi.
Munculnya Veda Ega dan Harapan Baru
Kondisi mulai berubah ketika Veda Ega Pratama, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, tampil di ajang Moto3 dan mulai mencuri perhatian.
Penampilannya yang kompetitif membuatnya tidak lagi sekadar peserta, tetapi mulai diperhitungkan oleh tim-tim balap Eropa.
Di usia muda, peluang perkembangan Veda masih terbuka lebar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Kehadiran Veda menjadi faktor utama yang mendorong kembalinya minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti balapan MotoGP, khususnya di kelas Moto3.
- Penulis :
- Aditya Yohan







