
Pantau - Indonesian Basketball League menilai Surabaya sebagai salah satu kota terbaik dalam pengembangan basket nasional, terutama setelah penerapan format kompetisi kandang dan tandang.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyatakan bahwa "Surabaya tidak diragukan lagi. Kami melihat dampak format home and away dari penjualan jersey, penjualan tiket, hingga loyalitas penonton dan Surabaya menjadi salah satu yang terbaik,".
Tingkat kehadiran penonton di Surabaya dinilai tinggi dan konsisten.
Ia menambahkan bahwa "Game terakhir kemarin juga penuh. Surabaya salah satu contoh untuk kota lain bagaimana mengembangkan fansnya,".
Kondisi ini menjadi indikator berkembangnya basis penggemar bola basket di kota tersebut.
Format kompetisi kandang dan tandang dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan liga.
Sistem ini meningkatkan identitas klub serta keterikatan dengan suporter.
Junas menyatakan bahwa "Kami yakin kalau format ini konsisten dan ini terbukti di semua negara, home and away merupakan jalan bagaimana basket bisa berkembang,".
Perubahan format dari sistem seri ke kandang-tandang mulai diterapkan sejak 2023.
Perubahan tersebut juga membawa tantangan operasional bagi tim.
Namun hal itu dinilai sebagai bagian dari proses menuju liga yang lebih profesional.
Junas menyatakan bahwa "Memang tidak mudah, sampai sekarang ini masih menjadi tantangan untuk kita, tapi bukan kendala,".
- Penulis :
- Gerry Eka





