
Pantau - Suporter Persela Lamongan optimistis menyambut musim kompetisi baru setelah terbebas dari sanksi larangan penonton selama Pegadaian Championship 2025/2026.
Ketua LA Mania Teguh Carembo menyebut berakhirnya musim kompetisi menjadi momentum kebangkitan sepak bola Lamongan sekaligus pembelajaran bagi suporter untuk mendukung tim dengan lebih tertib dan dewasa.
"Musim ini menjadi pelajaran penting bagi kami semua. Saat musim depan sudah bebas sanksi, tentu antusiasme teman-teman suporter sangat besar untuk kembali memenuhi stadion dan mendukung Persela dengan lebih baik," kata Teguh Carembo.
Suporter berharap manajemen Persela melakukan persiapan tim lebih matang sejak awal musim agar target promosi ke Liga 1 dapat tercapai.
Teguh Carembo menilai keberadaan pemain asli Lamongan penting dipertahankan karena memiliki kedekatan emosional dengan suporter sekaligus menjadi identitas klub.
"Kami berharap pemain asli daerah tetap mendapat tempat karena itu bagian dari jati diri Persela. Pemain lokal biasanya punya semangat lebih saat membela Lamongan," ungkap Teguh Carembo.
Antusiasme Suporter Kembali Terlihat di Stadion Surajaya
Capo Curva Boys Alfian mengatakan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola Lamongan mulai kembali terlihat saat laga hiburan di Stadion Surajaya yang dihadiri sekitar 7.500 penonton.
"Atmosfernya kembali terasa, stadion penuh dan UMKM juga ikut bergerak. Ini menjadi semangat baru untuk menyambut musim depan," ujar Alfian.
Alfian berharap manajemen Persela membangun tim yang lebih kompetitif dan konsisten agar kembali bersaing memperebutkan tiket promosi ke Liga 1.
Menurut Alfian, keberadaan putra daerah penting dipertahankan untuk menjaga kedekatan antara tim dan suporter.
"Suporter tentu bangga kalau ada pemain asli Lamongan yang tampil dan menjadi tulang punggung tim. Itu bisa menjadi motivasi bagi pemain muda daerah," kata Alfian.
Sanksi Komdis PSSI Jadi Pembelajaran bagi Suporter
Komite Disiplin PSSI sebelumnya menjatuhkan sanksi tanpa penonton kepada Persela selama musim 2025-2026 akibat kerusuhan pada pertandingan Liga 2 musim sebelumnya di Tuban Sport Center.
Suporter menilai sanksi tersebut menjadi pembelajaran penting untuk membangun budaya dukungan yang lebih tertib dan dewasa bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir.
Manajemen Persela saat ini mulai melakukan evaluasi tim setelah gagal promosi ke Super League atau Liga 1 dan finis di posisi keenam klasemen Pegadaian Championship 2025-2026.
- Penulis :
- Gerry Eka





