
Pantau - Asisten pelatih tim nasional panjat tebing disiplin speed Indonesia Fitriyani menilai persaingan nomor speed kini semakin ketat sehingga atlet Indonesia harus tampil lebih fokus di putaran final World Climbing Series Wujiang 2026.
Fitriyani mengatakan empat atlet putra dan dua atlet putri Indonesia yang lolos ke final mencatat selisih waktu sangat tipis dengan para pesaingnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan peta persaingan nomor speed dunia kini berubah menjadi jauh lebih kompetitif.
“Seri Wujiang ini memberi gambaran jelas kepada tim pelatih dan atlet bahwa peta persaingan sudah berubah menjadi sangat ketat,” kata Fitriyani.
Ia menegaskan atlet yang lolos ke final harus menjaga fokus dan kekuatan mental karena faktor tersebut akan menjadi penentu hasil di tengah persaingan sengit.
Pada sektor putra, Raharjati Nursamsa menjadi atlet Indonesia dengan catatan waktu tercepat yakni 4,84 detik.
Kiromal Katibin mencatat waktu 4,87 detik.
Sementara Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo sama-sama membukukan waktu 4,88 detik.
Di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi menempati posisi kelima babak kualifikasi dengan catatan waktu 6,37 detik.
Rajiah Salsabillah juga berhasil lolos ke final setelah mencatat waktu 6,84 detik dan berada di posisi ke-12.
Persaingan nomor speed putra diperkirakan semakin ketat setelah atlet China Zhao Yicheng memecahkan rekor dunia dengan waktu 4,58 detik.
Fitriyani menilai pencapaian Zhao Yicheng menjadi peringatan bahwa atlet Indonesia harus terus meningkatkan performa agar mampu bersaing di level dunia.
“Jadi tidak ada cara lain selain kerja keras,” ujar Fitriyani.
Keenam atlet Indonesia dijadwalkan kembali bertanding pada putaran final Minggu pukul 20.00 waktu setempat.
- Penulis :
- Gerry Eka





