
Pantau - Sebanyak 200 peserta dari 29 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan penggerak olahraga disabilitas melalui program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan NPC Indonesia di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026).
Program tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menyebut TOT “Berdaya” sebagai salah satu program unggulan Kemenpora hasil gagasan bersama NPC Indonesia.
Erick mengatakan program tersebut disusun bersama NPC Indonesia, para pakar, dan Chef de Mission Asian Para Games untuk menjawab kebutuhan pelatih kompeten dalam menciptakan lebih banyak atlet disabilitas dari berbagai daerah.
“Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal oleh tentu saja figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet,” ungkap Erick Thohir.
Cetak Pelatih dan Pendamping Atlet Disabilitas
Program TOT “Berdaya” ditujukan untuk melahirkan pelatih olahraga disabilitas, pendamping atlet disabilitas, serta penggerak olahraga disabilitas yang kompeten dan tersertifikasi.
Kemenpora berharap program tersebut mampu memperkuat ekosistem olahraga disabilitas nasional dan membuka ruang lahirnya atlet potensial dari berbagai daerah.
Program itu juga diharapkan memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas serta meningkatkan kualitas pembinaan prestasi secara berkelanjutan.
Menurut Erick, keberadaan sumber daya manusia yang memahami olahraga disabilitas menjadi faktor penting dalam membangun sistem pembinaan dari daerah hingga tingkat nasional.
Sejalan dengan Visi Asta Cita Presiden Prabowo
Erick Thohir menyebut program TOT “Berdaya” sejalan dengan visi-misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian besar terhadap olahraga penyandang disabilitas.
Perhatian tersebut, kata Erick, tidak hanya diberikan saat atlet meraih prestasi, tetapi juga menyangkut masa depan atlet setelah pensiun.
“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan,” ujar Erick.
Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun mengapresiasi Kemenpora atas inisiasi program tersebut yang dinilai menjadi langkah besar dalam memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara menyeluruh.
“Saat ini sudah kita lihat sendiri dan kita rasakan, ada fundamental yang dikerjakan beliau (Menpora Erick Thohir) di olahraga,” kata Senny Marbun.
NPC Indonesia berharap program TOT “Berdaya” dapat terhubung dengan berbagai program pembinaan yang sudah berjalan dan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan atlet disabilitas hingga mampu meraih prestasi internasional.
- Penulis :
- Shila Glorya





