
Pantau - Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mencetak sejarah baru di Italian Open 2026 setelah memecahkan rekor kemenangan beruntun ATP Masters 1000 milik Novak Djokovic dan melaju ke semifinal turnamen tersebut.
Sinner memastikan tiket semifinal usai mengalahkan Andrey Rublev dengan skor 6-2, 6-4 dalam pertandingan berdurasi satu jam 32 menit.
Kemenangan itu menjadi kemenangan beruntun ke-32 Sinner di level ATP Masters 1000.
Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya milik Novak Djokovic yang mencatat 31 kemenangan beruntun pada 2011.
“Saya tidak bermain untuk rekor. Saya bermain untuk kisah saya sendiri. Pada saat yang sama, ini sangat berarti bagi saya,” ujar Sinner dikutip dari ATP pada Jumat (15/5/2026).
Dominasi Sinner di Turnamen Masters 1000
Rentetan kemenangan Sinner dimulai sejak Paris Masters pada November 2025.
Sejak saat itu, petenis asal Italia tersebut tampil dominan di berbagai turnamen Masters 1000.
Sinner sukses menjuarai Indian Wells dan Miami Open pada Maret 2026.
Ia menjadi petenis pertama sejak Roger Federer pada 2017 yang mampu menyapu bersih gelar Sunshine Double.
Sinner juga mencatat sejarah dengan menjuarai dua turnamen tersebut tanpa kehilangan satu set pun.
Performa impresif berlanjut di musim lapangan tanah liat.
Sinner mengalahkan Carlos Alcaraz di final Monte-Carlo Masters sebelum menundukkan Alexander Zverev untuk merebut gelar Madrid Open.
Kemenangan di Madrid membuat Sinner menjadi petenis pertama dalam sejarah yang memenangi lima gelar Masters 1000 secara beruntun.
Sepanjang 32 kemenangan tersebut, Sinner hanya kehilangan dua set.
Ia juga sempat mencatat 37 kemenangan set berturut-turut dari Paris Masters hingga Miami Open.
Bidik Career Golden Masters di Roma
Sinner kini berpeluang mencetak sejarah baru apabila berhasil menjadi juara Italian Open 2026.
Jika menjuarai turnamen di Roma, Sinner akan menjadi petenis putra kedua setelah Novak Djokovic yang berhasil meraih Career Golden Masters.
Prestasi itu diberikan kepada petenis yang mampu menjuarai seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000.
Selain mengejar rekor bersejarah, Sinner juga berupaya mengakhiri penantian panjang publik Italia untuk gelar tunggal putra di Roma.
Terakhir kali petenis tuan rumah menjadi juara Italian Open terjadi pada 1976 melalui Adriano Panatta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





