HOME  ⁄  Olahraga

Elina Svitolina Juara Italian Open 2026 Setelah Taklukkan Coco Gauff di Final Dramatis

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Elina Svitolina Juara Italian Open 2026 Setelah Taklukkan Coco Gauff di Final Dramatis
Foto: (Sumber: Petenis Ukraina Elina Svitolina berpose bersama trofi Italian Open 2026 setelah memenangi babak final melawan petenis AS Coco Gauff di Roma, Italia, Sabtu (15/5/2026). Federasi Tenis dan Padel Italia).)

Pantau - Elina Svitolina meraih gelar WTA 1000 Italian Open 2026 setelah mengalahkan Coco Gauff di final dengan skor 6-4, 6-7(5), 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 49 menit.

Gelar tersebut menjadi trofi ketiga Svitolina di turnamen Roma setelah sebelumnya menjadi juara pada 2017 dan 2018.

“Jelas ini adalah pertarungan yang sangat sulit. Saya sangat senang dengan cara saya mengatasi kegugupan, tidak hanya hari ini tetapi juga sepanjang turnamen ini,” kata Svitolina.

Svitolina mengaku bangga dengan performa permainan dan kondisi fisiknya sepanjang turnamen.

Svitolina Bangkit Setelah Tertinggal

Coco Gauff sempat tampil dominan pada awal pertandingan dengan mematahkan servis Svitolina dua kali untuk unggul 2-0 dan 4-2 pada set pertama.

Namun Svitolina berhasil bangkit dan menyelamatkan tiga break point penting pada gim kesembilan set pertama.

Svitolina kemudian merebut set pertama dengan skor 6-4 setelah mematahkan servis Gauff.

Pada set kedua, Gauff sempat unggul 6-5 sebelum Svitolina memaksa pertandingan berlanjut ke tiebreak.

Coco Gauff akhirnya memenangi tiebreak 7-5 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Svitolina kembali menguasai permainan pada set penentuan dengan mematahkan servis Gauff di gim kelima dan ketujuh.

Svitolina unggul 5-2 sebelum memastikan kemenangan melalui match point ketiga.

Svitolina Cetak Sejumlah Rekor Baru

Kemenangan tersebut membuat rekor pertemuan Svitolina melawan Gauff menjadi 4-2.

Svitolina kini memiliki catatan sempurna 8-0 di final turnamen WTA lapangan tanah liat.

Ia menjadi petenis kedua setelah Anna Smashnova yang memenangi delapan final level WTA pertama di lapangan tanah liat.

Pada usia 31 tahun 237 hari, Svitolina menjadi petenis tertua yang meraih tiga gelar atau lebih di satu turnamen WTA 1000.

Rekor tersebut melampaui pencapaian Serena Williams di Miami tahun 2013 saat berusia 31 tahun 173 hari.

Svitolina juga menjadi petenis pertama yang mencatat tiga kemenangan atas petenis top lima dunia dalam satu edisi turnamen Roma.

Gelar di Roma menjadi gelar tunggal WTA ke-20 bagi Svitolina.

Svitolina menjadi petenis Ukraina pertama di era Open yang mencapai 20 gelar tunggal WTA.

Ia juga menjadi petenis kedua berusia di atas 30 tahun yang memenangi Italian Open setelah Serena Williams.

Svitolina mengaku sempat tidak yakin bisa kembali ke level tertinggi setelah cuti melahirkan putrinya pada Oktober 2022.

Svitolina kembali berkompetisi pada April 2023 dan perlahan menargetkan kembali masuk jajaran petenis elite dunia.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa saya bisa kembali. Saya pikir itu bertahap. Pertama, saya ingin kembali ke peringkat seratus besar karena saya memulai dari nol,” ujar Svitolina.

Penulis :
Gerry Eka