
Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan pembangunan pusat olahraga nasional atau sport center di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat selesai pada awal 2029 dengan total anggaran mencapai Rp5 triliun.
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gunawan Suswantoro mengatakan proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan sinkronisasi lintas kementerian serta lembaga.
“Tahun ini fokus ke perencanaan agar semuanya tertib. Kemudian pembangunannya pada 2027-2028 dan kemungkinan pada awal 2029 sudah lengkap semua,” ungkap Gunawan.
Kawasan olahraga nasional itu diberi nama Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional.
Pemerintah pusat telah menyiapkan lahan seluas 500 hektare untuk pembangunan infrastruktur olahraga tersebut.
Fasilitas Pendidikan dan Arena 21 Cabang Olahraga
Gunawan menjelaskan kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas pendidikan khusus atlet mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Selain fasilitas pendidikan, kawasan itu juga akan memiliki arena olahraga untuk 21 cabang olahraga unggulan nasional.
“Tujuannya adalah untuk melatih atlet-atlet yang memang terpilih untuk menjadi atlet tingkat dunia,” ujar Gunawan.
Atlet yang akan dibina berasal dari seluruh Indonesia melalui proses seleksi berdasarkan potensi pada masing-masing cabang olahraga.
Pemerintah juga merancang kawasan tersebut memiliki fasilitas penelitian dan pengembangan olahraga.
“Sekolah dan arena olahraga lengkap, bahkan untuk melakukan penelitian,” katanya.
Gunawan menyebut lokasi pembangunan sport center di Rancabungur dipilih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Yang menentukan Pak Presiden, beliau sendiri yang memilih tempat itu,” ucapnya.
Pemkab Bogor Sinkronkan Infrastruktur Penunjang
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan kawasan tersebut akan menjadi salah satu pusat olahraga terbesar yang dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Bogor.
Rudy menjelaskan total kawasan yang disiapkan memiliki luas sekitar 750 hektare.
Dari total luas tersebut, sebanyak 500 hektare akan dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk pembangunan sport center.
Sementara 250 hektare lainnya akan digunakan untuk perluasan fasilitas Kopassus dan pembangunan universitas oleh Kementerian Pertahanan.
“Di 500 hektare dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk sport center, lalu yang 250 hektare untuk perluasan lahan Kopassus dan dibangun universitas,” jelas Rudy.
Rudy menilai pembangunan kawasan olahraga nasional tersebut akan mempercepat pembangunan wilayah Bogor bagian barat.
Pengembangan itu mencakup pembangunan infrastruktur jalan dan layanan publik lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini juga sedang menyinkronkan pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang, flyover Bomang, hingga akses Rancabungur-Leuwiliang untuk mendukung kawasan strategis nasional tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa





