
Pantau - Pebulu tangkis tunggal putra Kanada Victor Lai menciptakan kejutan besar dengan memastikan tiket final Polytron Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien Chen, di semifinal yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Victor meraih kemenangan melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, dan 21-19 untuk mengamankan tempat di partai puncak sektor tunggal putra.
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam Indonesia Open 2026 mengingat Victor datang sebagai pemain yang tidak banyak diunggulkan dibanding para pemain elite dunia.
Sementara itu, Chou merupakan pemain berpengalaman yang pernah menjuarai Indonesia Open pada 2019.
Pertandingan Berjalan Ketat hingga Gim Penentuan
Gim pertama berlangsung sengit sejak awal dengan Victor sempat tertinggal 11-14.
Pemain Kanada berusia 21 tahun itu mampu bangkit, menyamakan kedudukan, lalu merebut momentum pertandingan untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.
Pada gim kedua, Victor sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul 19-16.
Namun, pengalaman Chou menjadi faktor penting pada poin-poin krusial saat ia berhasil mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan.
Didukung atmosfer riuh Istora, Chou memperoleh game point pada kedudukan 20-19 sebelum menutup gim kedua dengan kemenangan 21-19.
Kemenangan tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.
Pada gim penentuan, Victor langsung tampil agresif dan membuka keunggulan cepat 5-0.
Chou mampu mengejar hingga menyamakan skor menjadi 5-5.
Victor kembali mengambil kendali pertandingan dan menjauh dari posisi 7-7 menjadi 13-7.
Chou terus memberikan perlawanan hingga memperkecil ketertinggalan menjadi 13-14 dan kemudian mendekat ke skor 18-19.
Dalam situasi menegangkan tersebut, Victor tetap mampu menjaga ketenangan.
Sebuah pengembalian Chou yang keluar lapangan memberi Victor poin penting menjelang akhir laga.
Victor kemudian memastikan kemenangan melalui sambaran cepat di depan net untuk menutup gim ketiga dengan skor 21-19.
Tonggak Penting Karier Victor Lai
Keberhasilan ini membuat Victor mencapai final pertamanya pada turnamen level BWF World Tour Super 1000.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam karier pemain muda Kanada itu.
Prestasi tersebut juga memperkuat status Victor sebagai salah satu pemain yang semakin diperhitungkan di level elite dunia.
Hingga pertengahan 2025, Victor bahkan belum mampu menembus peringkat 50 besar dunia.
Namanya mulai menarik perhatian setelah mencapai semifinal Kejuaraan Dunia 2025.
Pada ajang tersebut, Victor nyaris mengalahkan tunggal putra nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi, sebelum kalah 21-13, 20-22, dan 16-21.
Penampilan impresif itu membuat namanya semakin dikenal di dunia bulu tangkis internasional.
Legenda bulu tangkis China, Lin Dan, bahkan mengundangnya tampil di turnamen King Cup yang hanya diikuti sejumlah pemain tunggal putra pilihan.
Beberapa pemain elite yang tampil dalam ajang tersebut antara lain Jonatan Christie, Shi Yu Qi, Anders Antonsen, dan Kento Momota.
Pada musim 2026, Victor terus menunjukkan konsistensi dengan mencapai semifinal Super 750 India Open dan semifinal Super 1000 All England Open.
Lolos ke final Indonesia Open menjadi pencapaian terbaiknya sepanjang musim ini.
Indonesia Masih Menunggu Wakil di Final
Keberhasilan Victor membuat persaingan sektor tunggal putra Indonesia Open 2026 semakin menarik.
Satu tempat di final telah dipastikan menjadi milik wakil Kanada tersebut.
Sementara itu, tuan rumah masih menunggu hasil semifinal lain yang mempertemukan Jonatan Christie melawan Panitchapon Teeraratsakul.
Indonesia berharap dapat menempatkan wakil di partai final melalui Jonatan Christie.
Harapan tersebut juga berkaitan dengan upaya mengakhiri penantian gelar tunggal putra Indonesia Open yang terakhir diraih Simon Santoso pada 2012.
Dengan performa yang terus meningkat sepanjang musim, Victor Lai kini menjadi salah satu pemain muda yang paling diperhitungkan dalam persaingan tunggal putra dunia.
- Penulis :
- Arian Mesa





