HOME  ⁄  Olahraga

Karel Mainaky Nilai Ganda Putri Indonesia Tunjukkan Tren Positif di Indonesia Open 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Karel Mainaky Nilai Ganda Putri Indonesia Tunjukkan Tren Positif di Indonesia Open 2026
Foto: (Sumber: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose (kanan) dan Febi Setianingrum (kiri) mengembalikan kok ke arah ganda putri China Liu Sheng Shu dan Tan Ning pada semifinal Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Rose/Febi gagal melaju ke final usai kalah dua gim 17-21 dan 16-21. ANTARA FOTO/Fauzan/hma.)

Pantau - Kepala Pelatih Ganda Putri PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Karel Mainaky, menilai sektor ganda putri Indonesia mulai menunjukkan tren positif pada ajang Indonesia Open 2026.

Penilaian tersebut didasarkan pada pencapaian para pasangan ganda putri Indonesia sepanjang turnamen, dengan satu pasangan berhasil mencapai semifinal dan dua pasangan lainnya menembus perempat final.

Pasangan dengan pencapaian terbaik adalah Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum yang sukses melaju hingga semifinal turnamen level BWF World Tour Super 1000.

Langkah Rachel/Febi terhenti setelah kalah dari pasangan peringkat satu dunia asal Tiongkok, Liu Sheng Shu dan Tan Ning, dengan skor 17-21 dan 16-21.

Karel menilai Rachel/Febi sebenarnya memiliki peluang untuk memberikan perlawanan yang lebih kuat karena sempat mampu menguasai jalannya pertandingan.

Menurutnya, pasangan tersebut masih menunjukkan keraguan dalam beberapa pengambilan keputusan pada momen-momen penting pertandingan.

Meski demikian, Karel tetap mengapresiasi pencapaian pasangan muda tersebut yang baru dipasangkan selama sembilan bulan namun sudah mampu menembus semifinal turnamen Super 1000.

Ia menilai Rachel/Febi masih membutuhkan lebih banyak pengalaman menghadapi pemain elite dunia, peningkatan jam terbang internasional, serta konsistensi ketika memasuki fase-fase krusial pertandingan.

Selain Rachel/Febi, pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi juga berhasil mencapai perempat final.

Fadia/Amallia tersingkir setelah kalah dari pasangan Jepang, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto.

Mereka sempat memenangkan gim pertama 21-13 sebelum kalah 12-21 dan 13-21 pada dua gim berikutnya.

Pasangan lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, juga mencapai perempat final.

Ana/Trias harus terhenti setelah kalah dari Rachel/Febi dalam pertandingan sesama wakil Indonesia dengan skor 21-8, 11-21, dan 15-21.

Sementara itu, pasangan Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari serta Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine terhenti pada babak pertama.

Karel mengungkapkan peningkatan performa para atlet tidak terjadi secara kebetulan.

Menjelang Indonesia Open 2026, tim pelatih menjalankan persiapan yang lebih intensif dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.

Ia bahkan memilih tidak mendampingi tim pada sejumlah turnamen di Thailand, Malaysia, dan Singapura agar dapat fokus mempersiapkan sektor ganda putri di pelatnas.

Fokus pembinaan tidak hanya menyentuh aspek teknik permainan, tetapi juga pembentukan pola pikir, peningkatan kepercayaan diri, dan penguatan mental bertanding saat menghadapi lawan unggulan.

Menurut Karel, salah satu perubahan yang mulai terlihat adalah meningkatnya keyakinan para pemain saat menghadapi pasangan-pasangan kuat dunia.

Ia berupaya menanamkan pola pikir agar atlet tidak merasa kalah sebelum pertandingan dimulai.

Karel menjelaskan bahwa setiap pasangan mendapatkan program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Selain program latihan umum, para atlet juga memperoleh latihan tambahan secara khusus.

Rachel/Febi yang merupakan pasangan termuda mendapat tambahan latihan pada sesi pagi.

Fadia/Amallia menjalani program tambahan sesuai kebutuhan permainan mereka.

Sementara Ana/Trias mendapatkan latihan tambahan pada sesi akhir saat kondisi fisik mulai menurun untuk meningkatkan kemampuan menjaga performa pada poin-poin penentuan.

Karel berharap tren positif yang mulai terlihat pada Indonesia Open 2026 dapat terus berlanjut pada turnamen-turnamen berikutnya dan menjadi fondasi kebangkitan sektor ganda putri Indonesia di level dunia.

Penulis :
Gerry Eka