HOME  ⁄  Olahraga

New York Knicks Cetak Kebangkitan Bersejarah dan Unggul 3-1 atas Spurs di Final NBA

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

New York Knicks Cetak Kebangkitan Bersejarah dan Unggul 3-1 atas Spurs di Final NBA
Foto: (Sumber : Forward New York Knicks OG Anunoby melesakkan poin pada menit akhir laga keempat final NBA 2025/2026 untuk membawa timnya menang 107-106 di Madison Square Garden, New York, Rabu (12/6/2026) waktu setempat. Hasil tersebut membuat New York Knicks memimpin agregat 3-1 dan berpeluang besar menjuarai NBA musim ini. (NBA).)

Pantau - New York Knicks mencatat kebangkitan terbesar dalam sejarah Final NBA setelah membalikkan ketertinggalan 29 poin untuk mengalahkan San Antonio Spurs 107-106 di Madison Square Garden, Kamis WIB, sekaligus unggul 3-1 dalam seri best of seven dan semakin dekat dengan gelar juara pertama sejak 1973.

Kebangkitan Dramatis Ditentukan Tip-in OG Anunoby

Pelatih Knicks Mike Brown memuji aksi penentu kemenangan yang dicetak OG Anunoby melalui tip-in saat pertandingan menyisakan 1,2 detik.

“Itu pasti menjadi tembakan paling ikonik dalam sejarah bola basket New York,” ungkap Brown.

Momen tersebut berawal dari tembakan tiga angka Jalen Brunson yang memantul di ring sebelum disambar Anunoby dengan satu tangan untuk memastikan kemenangan Knicks.

Sebelumnya, Spurs sempat mendominasi pertandingan dengan unggul 27 poin saat menutup babak pertama dan bahkan memperlebar jarak menjadi 29 poin pada kedudukan 81-52 di kuarter ketiga.

Mental Tangguh Jadi Kunci Kemenangan Knicks

OG Anunoby yang mencetak 33 poin menilai mentalitas tim menjadi faktor utama di balik kebangkitan luar biasa tersebut.

“Kami adalah kelompok yang tangguh. Kami telah melalui banyak hal. Kami sudah sering bangkit ketika tertinggal. Hanya bertahan dengan hal itu, menghadapi badai, tidak terlalu terpuruk atau marah atau frustrasi,” ujarnya.

Selain Anunoby, Jalen Brunson menyumbang 36 poin untuk memimpin serangan Knicks, sementara akurasi tembakan tiga angka Spurs menurun drastis pada paruh kedua dengan hanya memasukkan tiga dari 17 percobaan.

Pelatih Spurs Mitch Johnson mengakui kekecewaannya dan mengatakan, “Kami kehilangan momentum, kami melewatkan beberapa tembakan. Ini mengecewakan.”

Bintang muda Spurs Victor Wembanyama yang membukukan 24 poin dan 13 rebound juga mengakui penurunan performa timnya.

“Saya tidak bisa benar-benar menjelaskannya saat ini. Saya tidak tahu. Kami jelas bukan tim yang paling lapar di paruh kedua,” kata Wembanyama.

Spurs kini akan berusaha memperkecil ketertinggalan saat menjamu Knicks pada gim kelima di San Antonio, sementara sejarah mencatat hanya Cleveland Cavaliers pada 2016 yang pernah bangkit dari defisit 1-3 di Final NBA untuk menjadi juara.

Penulis :
Aditya Yohan