
PANTAU - Pelatih Curacao Dick Advocaat tetap melihat sisi positif setelah timnya kalah telak 1-7 dari Jerman pada laga perdana Grup E Piala Dunia FIFA 2026 dan menegaskan optimisme bahwa timnya masih mampu menciptakan kejutan pada pertandingan berikutnya.
Curacao Tetap Bangga Tampil di Piala Dunia
Pertandingan yang berlangsung di NRG Stadium pada Minggu, 14 Juni 2026 waktu setempat menjadi debut Curacao di putaran final Piala Dunia.
Curacao sempat memberikan perlawanan setelah Livano Comenencia mencetak gol penyeimbang usai Felix Nmecha membawa Jerman unggul lebih dahulu.
Namun, kualitas Jerman sebagai empat kali juara dunia membuat mereka mampu menambah enam gol dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 7-1.
Meski mengalami kekalahan besar, Dick Advocaat menegaskan bahwa timnya tetap bangga dapat menjadi bagian dari ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
“Pada akhirnya kami senang karena menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kami harus mengubah ini menjadi Piala Dunia yang indah. Kami masih bisa membuat kejutan pada pertandingan kedua dan ketiga,” ungkapnya.
Minta Pemain Tidak Patah Semangat
Advocaat mengakui Curacao tidak memperkirakan akan kalah dengan selisih skor sebesar itu, tetapi ia meminta para pemain tidak kehilangan kepercayaan diri.
“Mereka sangat, sangat kuat dan kami kebobolan beberapa gol yang mudah. Para pemain tahu bahwa ketika kalah mereka tidak boleh patah semangat. Ini bukan sebuah aib,” ujarnya.
Mantan pelatih tim nasional Belanda tersebut juga memberikan apresiasi kepada para pendukung Curacao yang terus bernyanyi dan memberikan dukungan sepanjang pertandingan meski tim tertinggal jauh.
Ia bahkan mengaku sempat menahan emosi ketika lagu kebangsaan Curacao dikumandangkan sebelum laga dimulai.
“Ini berkaitan dengan kebahagiaan masyarakat Curacao. Saat itulah emosi muncul. Kebahagiaan mereka sungguh luar biasa,” katanya.
Meski memulai turnamen dengan kekalahan telak, Dick Advocaat menilai Curacao masih memiliki peluang untuk memberikan kejutan pada dua pertandingan tersisa di fase grup.
- Penulis :
- Gerry Eka





