
Pantau - Petinju Inggris Ryan Garner berhasil mengalahkan Michael Magnesi untuk merebut gelar juara interim kelas bulu WBC setelah memenangkan pertarungan 12 ronde di Stadion St Mary's, Southampton, Inggris.
Kemenangan tersebut membuat Garner semakin dekat dengan peluang menantang juara dunia penuh WBC kelas bulu pada pertarungan berikutnya.
Usai laga, Garner menyampaikan bahwa dukungan besar dari masyarakat Southampton menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan kariernya hingga meraih gelar tersebut.
Sejak ronde pertama, kedua petinju langsung tampil agresif dan menyajikan duel berintensitas tinggi.
Garner tampil menekan di hadapan pendukung sendiri, sementara Magnesi memilih meladeni pertukaran pukulan sehingga pertarungan berlangsung sengit sepanjang laga.
Garner Dominan dalam Pertukaran Pukulan
Sepanjang pertandingan, Magnesi beberapa kali terdesak ke dekat tali ring akibat tekanan yang terus diberikan Garner.
Petinju berusia 28 tahun itu berhasil mendaratkan kombinasi pukulan ke kepala dan badan lawannya dengan memanfaatkan kecepatan tangan serta akurasi yang tinggi.
Dalam pertarungan jarak menengah, Garner dinilai lebih efektif dalam memilih waktu menyerang dan lebih bersih dalam mendaratkan pukulan dibandingkan lawannya.
Duel juga diwarnai banyak kontak fisik dalam jarak dekat yang membuat wasit beberapa kali harus memisahkan kedua petinju dan memberikan peringatan agar pertandingan tetap berjalan sesuai aturan.
Memasuki ronde-ronde akhir, Garner tetap mempertahankan tekanan dan tidak memberi ruang bagi Magnesi untuk mengembangkan strategi serangannya.
Rekor Sempurna Garner Terjaga
Setelah 12 ronde berakhir, ketiga juri memberikan kemenangan mutlak kepada Garner.
Garner menang dengan skor 116-112, 118-110, dan 119-109.
Hasil tersebut mengantarkan Garner merebut gelar interim kelas bulu WBC sekaligus membuka peluang lebih besar untuk memperebutkan sabuk juara dunia penuh di masa mendatang.
Kemenangan ini juga membuat rekor profesional Garner tetap sempurna dengan 20 kemenangan tanpa kekalahan.
Separuh dari total kemenangan tersebut diraih melalui knockout (KO).
Sementara itu, Magnesi tetap mendapat apresiasi atas ketangguhan dan daya tahannya sepanjang pertarungan.
Kekalahan tersebut membuat catatan profesional petinju asal Italia itu menjadi 26 kemenangan, termasuk 12 kemenangan KO, dan tiga kekalahan.
- Penulis :
- Gerry Eka





