
Pantau - Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani atau Srondeng tetap mendapat apresiasi setelah finis di posisi keempat nomor lead putra pada World Climbing Series Innsbruck 2026 di Austria meski gagal membawa pulang medali.
Srondeng mencatatkan skor 40+ pada babak final, namun hasil tersebut belum cukup untuk mengantarkannya naik podium dalam ajang bergengsi panjat tebing dunia tersebut.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro menilai atlet andalan Indonesia itu telah memberikan penampilan terbaiknya sepanjang kompetisi.
“Belum beruntung untuk minimal meraih perunggu,” ungkap Wahyu di Jakarta, Senin.
Konsistensi Srondeng Jadi Modal Besar Indonesia
Wahyu mengatakan keberhasilan Srondeng yang terus menembus babak final dalam berbagai kejuaraan internasional menunjukkan perkembangan signifikan panjat tebing Indonesia di nomor lead.
Ia meyakini pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia kini tidak hanya diperhitungkan pada nomor speed, tetapi juga mulai berbicara banyak di nomor lead.
Wahyu berharap Srondeng mampu mempertahankan konsistensinya dan meraih hasil lebih baik pada kompetisi internasional berikutnya.
Menurutnya, performa Srondeng juga dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk terus berprestasi di level dunia.
Jepang Raih Emas, Srondeng Tetap Jaga Asa
Nomor lead putra World Climbing Series Innsbruck dimenangi atlet Jepang Neo Suzuki yang mengoleksi skor 42+.
Medali perak diraih wakil Spanyol Alberto Gines Lopez dengan skor 42+, sementara perunggu menjadi milik atlet tuan rumah Austria Jakob Schubert dengan skor 42.
Di sektor putri, atlet Slovenia Janja Garnbret berhasil meraih medali emas setelah membukukan skor 44.
Sementara medali perak diraih Annie Sanders dari Amerika Serikat dengan skor 38+, sedangkan perunggu direbut Chaehyun Seo asal Korea Selatan dengan skor 36+.
Meski gagal meraih medali di Innsbruck, Srondeng sebelumnya sukses mencatat sejarah dengan meraih emas pada World Climbing Series Praha 2026 dan kini tetap menjadi salah satu andalan Indonesia di nomor lead dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





