HOME  ⁄  Olahraga

Indonesia Sabet Gelar Juara Umum World Para Athletics Grand Prix 2026 dengan Raihan 29 Medali

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Sabet Gelar Juara Umum World Para Athletics Grand Prix 2026 dengan Raihan 29 Medali
Foto: (Sumber :Tim para atletik Indonesia tampil gemilang pada ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tunisia yang berlangsung pada 12-20 Juni. ANTARA/HO-NPC Indonesia.)

Pantau - Tim para atletik Indonesia meraih gelar juara umum pada ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tunisia setelah mengumpulkan 15 medali emas, 7 medali perak, dan 7 medali perunggu selama kompetisi yang berlangsung pada 12-20 Juni 2026.

Kontingen Merah Putih berbagi posisi puncak klasemen dengan Ukraina yang mencatatkan perolehan medali identik, sementara Tunisia menempati posisi ketiga dengan 10 emas, 6 perak, dan 9 perunggu.

Raihan Medali Jadi Modal Menuju Asian Para Games 2026

Koordinator Tim Pelatih Para Atletik Indonesia Purwo Adi Sanyoto menilai hasil di Tunisia menjadi bekal penting dalam upaya mengamankan tiket menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.

"Persaingan di antara peserta dari negara, terutama Asia sangat luar biasa. Tentu saja semua negara Asia ikut berpartisipasi di Tunisia karena ingin mencari poin yang digunakan sebagai kualifikasi menuju Asian Para Games 2026," ungkap Purwo.

Menurutnya, setiap poin yang diraih dalam kejuaraan resmi kalender World Para Athletics sangat menentukan peluang atlet untuk lolos ke ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.

Meski berhasil menjadi juara umum, Purwo menjelaskan hingga saat ini belum ada atlet Indonesia yang dipastikan lolos karena perhitungan poin kualifikasi masih berlangsung hingga 31 Juli 2026.

"Tim pelatih menargetkan sebanyak mungkin atlet untuk bisa memperkuat Indonesia di Asian Para Games 2026. Kita masih akan mengikuti kualifikasi atau pengumpulan poin lewat kejuaraan di Meksiko pada akhir Juli mendatang," ujarnya.

Saptoyogo dan Nanda Jadi Penyumbang Emas Terbanyak

Saptoyogo Purnomo menjadi salah satu atlet paling bersinar dengan menyumbangkan tiga medali emas dari nomor 100 meter putra klasifikasi T37, 200 meter putra T37-T38, dan estafet universal 4x100 meter.

Prestasi serupa ditorehkan Nanda Mei Sholihah yang meraih tiga medali emas dari nomor 100 meter putri T46-47, 200 meter putri T46-47, dan estafet universal 4x100 meter.

Karisma Evi Tiarani juga menyumbangkan dua medali emas melalui nomor 100 meter putri T36/42/44 dan lompat jauh putri T42, T44, T46, dan T47.

Secara keseluruhan Indonesia membawa pulang 29 medali dari Tunisia dan memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan para atletik di kawasan Asia.

Alfin Nomleni Bidik Tiket Paralimpiade

Salah satu peraih medali emas Indonesia, Alfin Nomleni, mengaku bangga setelah menjadi juara pada nomor 400 meter putra klasifikasi T20.

"Cuaca di sana cukup bagus, tidak ada masalah. Tetapi awalnya saya sempat ragu karena postur badan saya pendek, sedangkan lawannya tinggi-tinggi. Namun dengan rasa percaya, saya bisa melewati itu," kata Alfin.

Meski berhasil meraih emas dengan catatan waktu 48,82 detik, atlet asal Nusa Tenggara Timur itu masih bertekad meningkatkan performanya untuk mengamankan tiket ke Asian Para Games 2026.

"Harus lebih baik lagi karena saya ingin lolos ke Asia dan impian saya bisa lolos ke Paralimpiade," ujarnya.

Setelah tampil di Tunisia, tim para atletik Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan di Solo sebelum bertolak ke Meksiko pada akhir Juli untuk mengikuti kejuaraan internasional terakhir dalam pengumpulan poin kualifikasi Asian Para Games 2026.

Penulis :
Aditya Yohan