HOME  ⁄  Olahraga

Indonesia Raih Juara Umum World Para Athletics Grand Prix 2026, Regenerasi Atlet Tunjukkan Sinyal Positif

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Indonesia Raih Juara Umum World Para Athletics Grand Prix 2026, Regenerasi Atlet Tunjukkan Sinyal Positif
Foto: (Sumber:Atlet para atletik Indonesia Saptoyogo Purnomo mengibarkan bendera Merah Putih usai finis kedua pada final nomor 100m putra T37 Paralimpiade Paris di Stade de France, Saint Denis, Prancis, Jumat (30/8/2024). Saptoyogo berhasil meraih medali perak sekaligus sebagai medali pertama Indonesia di Paralimpiade 2024 setelah berhasil finis di urutan kedua dengan catatan waktu 11,26 detik. )

Pantau - Tim para-atletik Indonesia menorehkan prestasi dengan menjadi juara umum World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tunisia setelah mengumpulkan 29 medali yang terdiri atas 15 emas, tujuh perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menegaskan perkembangan konsisten olahraga disabilitas nasional di level internasional.

Kejuaraan yang berlangsung pada 12–20 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 58 negara.

Indonesia menempati puncak klasemen bersama Ukraina yang membukukan raihan medali identik.

Hasil di Tunisia memperpanjang catatan prestasi Indonesia setelah sebelumnya mampu menunjukkan daya saing di Paralimpiade Paris dan ASEAN Para Games serta kembali bersaing pada kompetisi resmi kalender World Para Athletics.

Atlet Senior Masih Jadi Andalan

Meski berhasil menjadi juara umum, tim pelatih menilai hasil di Tunisia merupakan bagian dari tahapan menuju target yang lebih besar, yakni meloloskan sebanyak mungkin atlet ke Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Perolehan medali emas Indonesia masih banyak ditopang oleh atlet-atlet senior yang menjadi tulang punggung tim nasional.

Saptoyogo Purnomo kembali menunjukkan konsistensinya dengan menyumbangkan tiga medali emas dari nomor 100 meter T37, 200 meter T37-T38, dan estafet universal 4x100 meter.

Nanda Mei Sholihah turut menyumbangkan tiga medali emas melalui nomor 100 meter T46-47, 200 meter T46-47, dan estafet universal 4x100 meter.

Karisma Evi Tiarani menambah dua medali emas dari nomor 100 meter putri T36/42/44 dan lompat jauh putri.

Regenerasi Atlet Mulai Terlihat

Selain dominasi atlet senior, kejuaraan di Tunisia juga menunjukkan perkembangan regenerasi atlet Indonesia.

Salah satu atlet muda yang mencuri perhatian adalah Alfin Nomleni asal Nusa Tenggara Timur yang berhasil menjadi juara nomor 400 meter T20 dengan catatan waktu 48,82 detik.

Prestasi tersebut tidak hanya menambah satu medali emas bagi Indonesia, tetapi juga menjadi bukti perkembangan atlet muda yang mulai mampu bersaing di level internasional.

Alfin sempat kehilangan kepercayaan diri ketika melihat postur para pesaingnya yang lebih tinggi, namun mampu mengatasi keraguan tersebut hingga akhirnya finis sebagai juara.

Setelah meraih gelar di Tunisia, Alfin mengalihkan fokus untuk tampil pada Asian Para Games 2026 serta menargetkan dapat berlaga di Paralimpiade 2028.

Penulis :
Gerry Eka