HOME  ⁄  Olahraga

Alexandra Eala Ukir Sejarah sebagai Petenis Filipina Pertama yang Lolos ke Babak Ketiga Wimbledon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Alexandra Eala Ukir Sejarah sebagai Petenis Filipina Pertama yang Lolos ke Babak Ketiga Wimbledon
Foto: (Sumber :Petenis Filipina Alexandra Eala bereaksi pada babak ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships melawan petenis Rumania Sorana Cirstea di Dubai, Rabu (18/2/2026). WTA.)

Pantau - Petenis Filipina Alexandra Eala mencatat sejarah dengan menjadi petenis putri pertama dari negaranya yang mencapai babak ketiga turnamen Grand Slam setelah bangkit mengalahkan Maya Joint 4-6, 6-4, 6-2 pada babak kedua Wimbledon, Kamis (2/7/2026).

Kemenangan Bersejarah bagi Filipina

Petenis kidal berusia 21 tahun yang kini menempati peringkat ke-32 dunia itu menyebut pencapaiannya sebagai momen penting, baik bagi perjalanan kariernya maupun bagi dunia tenis Filipina.

"Ini sangat berarti. Luar biasa bagi saya bisa melakukan ini untuk negara saya. Namun, setiap kali saya berhasil melewati satu langkah baru atau menciptakan sejarah, itu juga sangat emosional karena ini adalah tujuan dan pencapaian pribadi," ungkapnya.

Eala mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras yang ia bangun bersama timnya selama bertahun-tahun.

"Semua ini adalah sesuatu yang telah saya perjuangkan dengan sangat keras. Tim saya juga bekerja sangat keras untuk mencapainya," ujarnya.

"Saya sangat menghargai bisa berbagi momen ini dengan negara saya, tetapi yang paling utama saya bangga karena semua kerja keras yang telah saya lakukan akhirnya membuahkan hasil," lanjutnya.

Tampilkan Identitas Budaya Filipina

Selain penampilannya di lapangan, Eala menarik perhatian dengan visor putih bertuliskan kalimat berbahasa Tagalog, "Kapag lumago, hindi na hihinto", yang berarti "Sekali tumbuh, tidak akan berhenti."

Menurut Eala, visor tersebut merupakan bagian dari desain sponsor perlengkapannya, Nike, untuk menampilkan identitas budaya Filipina, setelah sebelumnya ia juga mengenakan ornamen bunga sampaguita saat tampil di Wimbledon tahun lalu.

"Sangat berarti bagi saya bisa mengenakan atau membawa bagian dari budaya saya saat berada di lapangan," katanya.

"Asal-usul saya merupakan bagian besar dari siapa diri saya dan juga bagian dari pribadi yang ingin saya bangun di masa depan," lanjutnya.

Eala juga mengaku bangga dapat terus mewakili Filipina di turnamen-turnamen besar dunia dengan dukungan yang selalu mengalir dari para penggemar.

"Bagi saya, bisa mewakili Filipina di Wimbledon dan tampil di panggung-panggung terbesar dunia memiliki arti yang sangat besar," ujarnya.

Meski sorotan terhadap dirinya semakin besar, Eala menegaskan akan tetap memegang nilai-nilai yang diyakininya.

"Kisah perjalanan saya sangat tulus dan dekat dengan hati saya. Saya tidak berusaha menjadi orang lain atau meninggalkan nilai-nilai yang saya pegang," ungkapnya.

"Tekanan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari, terlebih sebagai atlet profesional. Saya hanya berusaha menemukan cara terbaik untuk menghadapinya," tutupnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf