HOME  ⁄  Olahraga

Atlet Veteran Dunia Tetap Bersinar, Ilmu Olahraga Dinilai Ubah Batas Usia Performa Elite

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Atlet Veteran Dunia Tetap Bersinar, Ilmu Olahraga Dinilai Ubah Batas Usia Performa Elite
Foto: Penyerang timnas Argentina Lionel Messi menyapa penonton setelah timnya mengalahkan Austria di laga grup J Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas Stadium di Dallas, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026).

Pantau - Telaah ANTARA menyoroti fenomena atlet-atlet dunia yang tetap tampil pada level tertinggi meski telah memasuki usia yang tidak lagi muda, dengan sejumlah nama seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, LeBron James, dan Novak Djokovic masih menjadi penentu hasil pertandingan di cabang olahraga masing-masing.

Di Piala Dunia 2026, Lionel Messi yang berusia 39 tahun masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan tujuh gol.

Cristiano Ronaldo yang telah berusia 41 tahun tetap menjadi kapten tim nasional Portugal dan berhasil membawa negaranya melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Di Amerika Serikat, LeBron James yang juga berusia 41 tahun masih bersiap menjalani musim NBA berikutnya meski tidak lagi membela Los Angeles Lakers dan belum memutuskan pensiun.

Sementara itu, Novak Djokovic yang berusia 39 tahun kembali lolos ke babak 16 besar Wimbledon sekaligus menyamai rekor Roger Federer sebagai pemilik kemenangan terbanyak di turnamen tersebut.

Performa Tetap Kompetitif di Usia Senior

Keempat atlet tersebut dinilai tidak sekadar masih aktif bertanding, tetapi juga tetap mampu mencetak gol, meraih kemenangan, dan bersaing dengan atlet yang usianya belasan hingga puluhan tahun lebih muda.

Fenomena tersebut dinilai bertolak belakang dengan pandangan lama dalam dunia olahraga yang menyebut usia 30 tahun sebagai puncak performa atlet.

Dalam pandangan tersebut, performa atlet umumnya mulai menurun setelah usia 33 tahun dan banyak yang menjalani musim terakhir menjelang pensiun ketika memasuki usia 35 tahun.

Klub juga biasanya mulai mencari pengganti bagi atlet yang memasuki usia tersebut, sementara kontrak menjadi lebih pendek seiring meningkatnya risiko penurunan performa dan lamanya proses pemulihan cedera.

Latihan Konsisten Perlambat Penurunan Fisik

Telaah ANTARA menyebut tubuh manusia secara alami mengalami proses penuaan yang ditandai dengan berkurangnya massa otot, menurunnya kapasitas jantung dan paru-paru, semakin lamanya waktu pemulihan tubuh, serta berkurangnya ledakan tenaga.

Ilmu pengetahuan olahraga telah lama memahami bahwa perubahan tersebut merupakan bagian alami dari proses penuaan.

Meski demikian, latihan yang dilakukan secara konsisten dinilai mampu memperlambat laju penurunan kemampuan fisik secara signifikan.

Telaah tersebut menyimpulkan bahwa para atlet elite tersebut tetap mengalami proses penuaan, namun mampu mempertahankan performa dengan cara yang berbeda dibandingkan kebanyakan atlet lainnya.

Penulis :
Gerry Eka