HOME  ⁄  Olahraga

Murat Gassiev Paksa Peter Kadiru Menyerah dan Dibidik Hadapi Kabayel atau Dubois

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Murat Gassiev Paksa Peter Kadiru Menyerah dan Dibidik Hadapi Kabayel atau Dubois
Foto: (Sumber :Foto juara dunia kelas berat World Boxing Association (WBA) Murat Gassiev (kedua kiri) dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Senin (13/7/2026). Akun Instagram resmi Murat Gassiev @murat_gassiev)

Pantau - Juara dunia kelas berat WBA Murat Gassiev ditargetkan menghadapi laga besar melawan Agit Kabayel atau Daniel Dubois setelah memaksa Peter Kadiru menyerah pada ronde keenam dalam ajang IBA PRO 19 di VTB Arena, Moskow, Rusia.

Gassiev mengalahkan Kadiru melalui technical knockout setelah mendominasi pertarungan dan terus menekan petinju asal Hamburg, Jerman, tersebut.

Pada ronde keenam, Gassiev memojokkan Kadiru ke tali ring sebelum melancarkan kombinasi pukulan keras ke arah kepala.

Kubu Kadiru kemudian menghentikan pertarungan untuk melindungi petinjunya meski ia masih berdiri dan berusaha bertahan dari rentetan pukulan.

Kemenangan tersebut membuat rekor Gassiev menjadi 34 kemenangan, termasuk 27 kemenangan KO, dan dua kekalahan.

Hasil itu juga memperpanjang catatan kemenangan beruntun Gassiev menjadi empat laga sejak kalah melalui keputusan terbelah dari Otto Wallin pada September 2023.

Presiden International Boxing Association Umar Kremlev menyatakan Gassiev selanjutnya diarahkan untuk menghadapi Kabayel di Jerman atau Dubois di Inggris.

"Langkah kami selanjutnya pasti ke Jerman dan Inggris untuk melawan Kabayel dan Dubois," kata Kremlev.

Kremlev menilai kebangkitan mantan juara kelas penjelajah tersebut menjadi perkembangan penting bagi persaingan divisi kelas berat.

"Kami siap menghadirkan pertarungan kelas berat besar di seluruh dunia," kata Kremlev.

IBA juga berencana menggelar sejumlah pertandingan tambahan di Amerika Serikat, Inggris, dan China sebagai bagian dari upaya memperluas tinju profesional.

Kremlev menegaskan IBA tidak hadir untuk menyaingi organisasi tinju lain, tetapi untuk meningkatkan standar pertandingan dan membuka peluang baru bagi para petinju.

"Kami tidak terburu-buru untuk terus maju dan berkembang," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf