HOME  ⁄  Olahraga

Fajar/Fikri Diminta Tetap Fokus Usai Juara Japan Open 2026 demi Pertahankan Gelar China Open

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fajar/Fikri Diminta Tetap Fokus Usai Juara Japan Open 2026 demi Pertahankan Gelar China Open
Foto: (Sumber :Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam pertandingan babak semifinal Japan Open 2026 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Sabtu (18/07/2026). ANTARA/HO-PBSI..)

Pantau - Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho meminta Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri tidak terlena setelah menjuarai BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 karena mereka akan menghadapi tantangan lebih berat pada Super 1000 China Open di Changzhou, 21–26 Juli 2026.

Pelatih Ingatkan Tantangan Lebih Berat di China Open

Antonius mengatakan Fajar/Fikri harus segera mengalihkan fokus karena level persaingan di China Open lebih tinggi dibanding Japan Open.

“Masih ada China Open setelah ini. Jadi, saya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawan tidak jauh berbeda tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000. Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri,” kata Antonius.

China Open menjadi turnamen penting bagi Fajar/Fikri karena mereka datang dengan status juara bertahan.

Pada edisi 2025, Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-15, 21-14 pada partai final.

Gelar tersebut diraih saat keduanya baru menjalani turnamen kedua sebagai pasangan.

Modal Juara di Jepang Jadi Bekal ke Changzhou

Fajar/Fikri menuju China Open setelah menjuarai Japan Open 2026 usai mengalahkan unggulan pertama sekaligus pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho dan Seo Seung-jae.

Pasangan Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-17 untuk merebut gelar pertama mereka pada musim 2026.

Sebelum meraih gelar di Jepang, Fajar/Fikri juga sempat mencapai final Singapore Open 2026, namun kalah dari pasangan India Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty.

Antonius menilai penampilan anak asuhnya sangat disiplin dan minim melakukan kesalahan saat menghadapi Kim/Seo.

“Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. Istilahnya tidak gampang apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia,” ungkap Antonius.

“Fajar/Fikri bermain dengan sangat bagus, minim melakukan kesalahan sendiri. Saya memang berpesan dari awal untuk mengadu di permainan depan dan tidka banyak melakukan unforced error, ini bisa mereka jalankan dengan baik. Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali,” ujarnya.

Status sebagai juara bertahan dan keberhasilan menaklukkan pasangan nomor satu dunia menjadi modal penting bagi Fajar/Fikri menghadapi persaingan di China Open 2026.

Penulis :
Aditya Yohan