HOME  ⁄  Olahraga

Sean O'Malley Siap Menunggu Kesempatan Perebutan Gelar Kelas Bantam UFC Setelah Menang di UFC White House

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sean O'Malley Siap Menunggu Kesempatan Perebutan Gelar Kelas Bantam UFC Setelah Menang di UFC White House
Foto: (Sumber :Foto mantan juara kelas bantam Ultimate Fighting Championship (UFC) Sean O'Malley dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Selasa (20/7/2026). (Akun Instagram resmi Sean O'Malley @sugasean).)

Pantau - Mantan juara kelas bantam Ultimate Fighting Championship (UFC) Sean O'Malley menyatakan siap menunggu kesempatan kembali memperebutkan gelar juara setelah meraih kemenangan dalam ajang UFC White House.

O'Malley Bidik Duel Perebutan Gelar

O'Malley mengatakan kemenangan atas Aiemann Zahabi pada ronde kedua di UFC White House, 14 Juni 2026, membawanya kembali ke persaingan perebutan sabuk juara kelas bantam 61,2 kilogram.

Ia mengungkapkan, "Petr adalah sang juara (kelas bantam UFC). Jika saya tidak mendapatkan kesempatan berikutnya, saya akan menunggu."

Menurut O'Malley, peluang perebutan gelar masih bergantung pada kemungkinan trilogi antara juara bertahan Petr Yan dan Merab Dvalishvili yang masih memiliki rivalitas di divisi tersebut.

Ia menambahkan, "Jika Petr mengalahkan Merab, maka saya akan melawan Petr. Bagaimana mungkin pertarungan itu tidak terjadi?"

Yakin Duel Ulang Lawan Petr Yan Pecahkan Rekor

O'Malley pernah mengalahkan Petr Yan melalui keputusan juri yang kontroversial pada UFC 280 tahun 2022 sebelum merebut gelar dari Aljamain Sterling.

Dalam pertahanan gelar pertamanya, petarung berjuluk "Suga" itu juga membalas kekalahan dari Marlon "Chito" Vera dalam laga yang menurutnya menjadi pertarungan terbesar sepanjang sejarah divisi kelas bantam.

Ia mengatakan, "Dari segi angka, pendapatan tiket, (pertarungan saya melawan Marlon) itu adalah pertarungan kelas bantam terbesar dalam sejarah. Saya pikir pertarungan saya melawan Petr akan mengalahkan itu.”

Sebelum kemungkinan duel ulang tersebut terwujud, Petr Yan dan Merab Dvalishvili masih harus menyelesaikan persaingan mereka setelah sang juara absen sejak Desember 2025 akibat menjalani operasi punggung.

Penulis :
Aditya Yohan