HOME  ⁄  Olahraga

Ben Shelton Mengaku Masih Frustrasi Meski Menorehkan Musim Terbaik Jelang Mubadala DC Open 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ben Shelton Mengaku Masih Frustrasi Meski Menorehkan Musim Terbaik Jelang Mubadala DC Open 2026
Foto: (Sumber :Arsip foto - Petenis Amerika Serikat Ben Shelton selebrasi saat mencetak poin atas Ben Shelton pada laga semifinal tunggal putra di turnamen tenis National Bank Open 2025 di Toronto, Canada (6/8/2025). ANTARA/Xinhua/Zou Zheng/aa..)

Pantau - Petenis Amerika Serikat Ben Shelton mengaku masih menyimpan rasa frustrasi terhadap performanya sepanjang musim 2026 meski telah mencatatkan musim terbaik dalam kariernya dengan meraih tiga gelar ATP dan kini menempati peringkat keenam dunia menjelang Mubadala DC Open 2026.

Shelton Soroti Konsistensi Permainan

Shelton mengatakan musim 2026 menghadirkan banyak pencapaian positif, namun juga diwarnai sejumlah hasil yang mengecewakan.

Ia mengungkapkan, "Ini menjadi musim yang aneh bagi saya tahun ini. Banyak hal positif, banyak juga hal negatif."

Ia melanjutkan, "Saya sudah memenangkan lebih banyak gelar dalam satu tahun dibanding sebelumnya, dan musim ini baru berjalan setengah jalan. Pada saat yang sama, ada banyak hal yang membuat saya frustrasi dan kecewa dengan permainan saya."

Petenis berusia 23 tahun itu membukukan 25 kemenangan dan 11 kekalahan musim ini serta meraih gelar di Dallas, Munich, dan Stuttgart.

Meski demikian, Shelton tersingkir pada babak pertama Wimbledon, hanya mencapai putaran kedua Roland Garros, dan baru meraih satu kemenangan dari empat turnamen ATP Masters 1000 yang diikutinya musim ini.

Shelton menilai konsistensi dari satu turnamen ke turnamen berikutnya menjadi aspek utama yang harus diperbaiki.

Ia mengatakan, "Menurut saya secara keseluruhan masalahnya adalah performa. Saya tidak tahu seberapa besar penyebabnya adalah level permainan saya, pertandingan tertentu, situasi tertentu, atau pengambilan keputusan."

Ia menambahkan, "Tetapi saya adalah seseorang yang berusaha konsisten dalam latihan, cara hidup, dan menjalani rutinitas sehari-hari."

Fokus Bangkit pada Musim Lapangan Keras

Shelton mengaku kekalahan pada babak-babak awal turnamen menjadi salah satu sumber frustrasi karena ia ingin lebih sering bersaing hingga partai puncak.

Ia mengungkapkan, "Salah satu tujuan terbesar saya di tur adalah mencapai akhir turnamen dan menuntaskan pekan dengan memenangkan gelar. Itu adalah bagian yang sebelumnya belum terlalu saya miliki, tetapi sekarang saya semakin berkembang."

Ia melanjutkan, "Saya pikir sebagian frustrasi datang dari kekalahan di babak awal yang menjadi semacam babak jebakan bagi saya. Mampu lebih konsisten dari pekan ke pekan dalam situasi seperti itu sangat penting."

Pada Mubadala DC Open yang berlangsung 27 Juli hingga 2 Agustus, Shelton akan menghadapi petenis dari babak kualifikasi pada laga pembuka setelah dua kali mencapai semifinal turnamen tersebut.

Shelton juga mengatakan persiapan lebih awal di Florida usai tersingkir pada babak pertama Wimbledon membantunya beradaptasi dengan cuaca panas menjelang rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara.

Ia mengatakan, "Bagi saya, bisa langsung pergi ke Florida beberapa hari setelah kalah di Wimbledon, beradaptasi dengan panas, dan segera mulai berlatih adalah hal besar."

Ia menambahkan, "Saya pikir kebugaran menjadi bagian besar dari periode musim ini karena cuacanya sangat panas dan kondisi bisa sangat berat. Jadi, bagus bisa memulai persiapan lebih awal."

Penulis :
Aditya Yohan