
Pantau - Petenis Jerman Alexander Zverev menilai persaingan dengan Jannik Sinner dalam perebutan peringkat satu dunia ATP masih terbuka hingga akhir musim 2026 meski petenis Italia tersebut masih memimpin klasemen.
Zverev Bidik Posisi Nomor Satu Dunia
Menjelang tampil pada ATP Masters 1000 Montreal, Zverev mengatakan posisi puncak peringkat dunia menjadi salah satu targetnya setelah meraih gelar Grand Slam perdana di Roland Garros.
“Tentu saja itu adalah tujuan saya,” ujar Zverev, dikutip dari ATP.
Meski demikian, Zverev menegaskan dirinya tidak ingin terlalu terpaku pada peringkat dunia.
“Tujuan utama adalah bermain tenis sebaik mungkin. Jika saya bisa terus meningkatkan permainan, maka hasil, gelar, dan peringkat akan mengikuti,” ungkapnya.
Saat ini Sinner memimpin ATP Rankings dengan 13.450 poin, sedangkan Zverev berada di posisi kedua dengan 8.480 poin.
Dalam klasemen ATP Live Race to Turin, selisih poin keduanya hanya mencapai 1.410 poin sehingga persaingan dinilai masih terbuka dengan sekitar tiga setengah bulan kompetisi tersisa.
Montreal Jadi Awal Perburuan Poin
Turnamen Montreal menjadi ajang pertama Zverev setelah kalah dari Sinner pada final Wimbledon 2026.
Kekalahan tersebut memperpanjang dominasi Sinner menjadi lima kemenangan dari lima pertemuan melawan Zverev sepanjang musim 2026 sekaligus mencatatkan 10 kemenangan beruntun dalam rekor pertemuan keduanya.
“Kami mungkin paling sering bertemu dibandingkan pemain lain di tur. Memang bukan hal yang positif jika saya terus kalah darinya, tetapi itu juga menunjukkan kami mungkin merupakan dua pemain paling konsisten musim ini,” kata Zverev.
Petenis berusia 29 tahun itu memasuki turnamen Montreal dengan catatan 44 kemenangan dan 11 kekalahan sepanjang musim, termasuk keberhasilan menjuarai Roland Garros.
Sebagai juara Canadian Open 2017, Zverev akan memulai perjuangannya di Montreal dengan menghadapi pemenang pertandingan antara Lorenzo Sonego dari Italia dan Tallon Griekspoor dari Belanda.
- Penulis :
- Aditya Yohan



