
Pantau - Dunia tinju berduka setelah mantan petinju kelas welter asal Puerto Rico, Prichard Colon Melendez, meninggal dunia setelah selama 11 tahun mengalami cedera otak akibat insiden dalam pertandingan pada 2015.
World Boxing Council (WBC) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Colon melalui pernyataan resmi yang dipantau dari Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Dengan berat hati dan kesedihan mendalam yang menyelimuti seluruh komunitas tinju internasional, WBC dan Presiden Mauricio Sulaiman berduka atas meninggalnya mantan petinju dan ikon keberanian, Prichard Colón Melendez," demikian pernyataan WBC.
Colon yang lahir pada 19 September 1992 dikenal sebagai salah satu petinju potensial dari kawasan Karibia dengan sederet prestasi sejak masih berkarier di tingkat amatir.
Petinju Puerto Rico tersebut kemudian beralih ke profesional dan mencatatkan 16 kemenangan, termasuk 13 kemenangan melalui knockout (KO).
Duel pada 2015 Mengubah Karier Prichard Colon
Karier Colon berubah drastis ketika menghadapi Terrel Williams dalam pertandingan di Fairfax, Virginia, Amerika Serikat, pada 17 Oktober 2015.
Dalam pertandingan tersebut, Colon menerima pukulan keras dan ilegal di bagian belakang kepala yang kemudian menyebabkan pendarahan otak serta kerusakan neurologis permanen.
Cedera tersebut membuat Colon harus menjalani perjuangan panjang untuk bertahan hidup dengan dukungan kedua orang tuanya, Nieves dan Richard Colon.
WBC kemudian memberikan gelar Juara Dunia Kehormatan kepada Colon serta menganugerahinya sabuk Hijau dan Emas sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangannya.
Insiden Colon Dorong WBC Perketat Keselamatan Petinju
Insiden yang dialami Colon turut mendorong WBC memperkuat peraturan keselamatan dalam pertandingan tinju.
WBC menerapkan kebijakan toleransi nol terhadap pukulan ke bagian belakang kepala atau rabbit punch serta memperketat protokol medis untuk meningkatkan perlindungan terhadap petinju.
Presiden WBC Mauricio Sulaiman bersama komunitas WBC menyampaikan belasungkawa kepada orang tua, keluarga, serta masyarakat Puerto Rico atas meninggalnya Colon.
"Beristirahatlah dengan tenang, Prichard tersayang. Warisan dan senyummu akan hidup selamanya di hati kami," demikian WBC.
- Penulis :
- Aditya Yohan



