
Pantau - Sebanyak 78 atlet paralayang dari enam negara mengikuti International Paragliding Cross Country Championship (IPXC) 2nd Series Panglima TNI Cup dan Kejuaraan Nasional Paralayang 2026 di Bukit Joglo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Peserta berasal dari Indonesia, Nepal, Korea Selatan, Malaysia, China, dan Prancis.
Meet Director IPXC Panglima TNI Cup dan Kejurnas Paralayang 2026 Alfari Widyasmara mengatakan seluruh rangkaian pertandingan hingga Task 2 berjalan aman dan sesuai standar kompetisi nasional maupun internasional.
"Keselamatan atlet adalah fondasi dari setiap keputusan yang kami ambil. Standar inilah yang membuat sebuah kejuaraan bertahan lama dan dipercaya dunia. Sampai Task 2, seluruh peserta dapat menjalankan tugas penerbangan dengan baik, dan kami terus memantau kondisi cuaca serta memastikan seluruh prosedur keselamatan terpenuhi," kata Alfari dalam pernyataan resminya yang diterima pada Sabtu (22/8/2026).
Atlet Adu Kemampuan di Lintasan Cross Country
Memasuki hari ketiga kompetisi, para atlet menuntaskan lintasan cross country yang telah ditentukan penyelenggara.
Persaingan dalam nomor tersebut tidak hanya mengandalkan keterampilan terbang, tetapi juga kemampuan membaca kondisi cuaca, arah angin, dan karakter medan.
Ketua Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Tengah Thomas Widyananto menilai partisipasi atlet nasional dan internasional menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga paralayang di Jawa Tengah, khususnya Wonogiri.
Menurut Thomas, kehadiran atlet dari enam negara menunjukkan Wonogiri mulai mendapatkan tempat dalam peta paralayang internasional.
"Cita-cita kami lebih jauh dari sekadar menyelenggarakan lomba: kami ingin membangun ekosistem, dari pembinaan atlet, ekonomi masyarakat sekitar, hingga pariwisata daerah yang tumbuh bersama olahraga ini," ujar Thomas.
Thomas juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, FASI, KONI, sponsor, panitia, masyarakat, dan relawan yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan.
Kompetisi Diharapkan Dongkrak Prestasi dan Pariwisata
Wakil Ketua III Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Tengah Dian Listiarini menyebut kompetisi tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan prestasi atlet Indonesia, khususnya Jawa Tengah.
"Pengalaman bertanding melawan peserta dari berbagai negara adalah sekolah terbaik bagi seorang atlet," kata Dian.
Dian berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan atlet potensial yang mampu bersaing pada level lebih tinggi sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga dirgantara.
IPXC Panglima TNI Cup dan Kejurnas Paralayang 2026 berlangsung hingga 23 Agustus 2026 dengan panitia optimistis seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib hingga penutupan.
Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, kompetisi tersebut diharapkan mendorong promosi pariwisata, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memperkuat posisi Wonogiri sebagai destinasi olahraga dirgantara Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka



