HOME  ⁄  Olahraga

Jessica Pegula Menyingkirkan Iga Swiatek dan Melaju ke Final Cincinnati Open 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jessica Pegula Menyingkirkan Iga Swiatek dan Melaju ke Final Cincinnati Open 2026
Foto: ARSIP - Petenis Amerika Jessica Pegula beraksi pada babak perempat final Mubadala Citi DC Open 2026 melawan Anna Kalinskaya di Washington D.C., Amerika Serikat, Jumat (31/7/2026). (Mubadala Citi DC Open)

Pantau - Jessica Pegula melaju ke final Cincinnati Open 2026 setelah menyingkirkan juara bertahan Iga Swiatek melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 7-5, 4-6, 6-4, Minggu (23/8/2026).

Unggulan ketiga asal Amerika Serikat itu membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk menuntaskan pertandingan dan mencapai final Cincinnati untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Pegula sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal 1-3 dari Swiatek pada set penentuan sebelum membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan.

"Saya merasa kami bermain bagus pada beberapa momen, kemudian tidak bermain bagus pada momen lainnya. Jadi, sangat sulit membaca pertandingan ini. Saya sangat senang dengan cara saya menghadapi banyak hal yang terjadi hari ini," kata Pegula dikutip dari WTA.

Pegula Bangkit dalam Pertarungan Tiga Set

Kemenangan atas Swiatek menjadi kemenangan tiga set ketiga Pegula secara beruntun dalam empat hari terakhir.

Pegula kini mencatat 17 kemenangan dari pertandingan tiga set sepanjang musim 2026, menyamai pencapaian terbaiknya dalam satu musim yang sebelumnya dibuat pada 2023 dan 2025.

Petenis Amerika Serikat tersebut membukukan rekor 17-5 dalam pertandingan tiga set tahun ini, termasuk 11-2 ketika berlaga di lapangan keras.

"Saya pasti akan memecahkan rekor itu karena musim ini bahkan belum mendekati akhir," ujar Pegula.

Pertandingan tersebut menjadi pertemuan ke-13 antara Pegula dan Swiatek serta sempat tertunda akibat hujan sebelum kembali mengalami gangguan singkat pada awal laga.

Lima gim pertama diwarnai pergantian break sebelum Pegula berhasil unggul 4-2.

Swiatek kemudian merebut tiga gim berturut-turut untuk berbalik memimpin 5-4, tetapi Pegula kembali mematahkan servis lawannya hingga akhirnya mengamankan set pertama 7-5.

"Banyak terjadi saling kejar. Saya pikir saya melakukan pekerjaan yang baik untuk tetap fokus pada apa yang ingin saya lakukan untuk memenangkan pertandingan, apa pun yang sedang terjadi," kata Pegula.

Swiatek membalas dengan merebut set kedua 6-4 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui set ketiga.

Strategi Agresif Pegula Menjadi Kunci Kemenangan

Pegula kembali tertinggal 1-3 pada set penentuan sebelum menemukan momentum untuk mengejar dan mengambil alih pertandingan.

Laga semifinal tersebut menghasilkan total 13 break servis dari kedua pemain.

Pada gim kesembilan set ketiga, Pegula menekan Swiatek hingga memperoleh tiga break point dan unggul 0-40.

Tiga peluang pertama gagal dimanfaatkan, tetapi Pegula akhirnya mencetak break pada kesempatan keempat setelah Swiatek melepaskan forehand melebar dan melakukan kesalahan ganda ketujuhnya.

"Sejak gim pertama saya berdiri dekat garis belakang, berusaha mengambil waktu dan ruang darinya. Saya merasa itulah cara saya berhasil melawannya, khususnya di lapangan keras," ujar Pegula.

Strategi berdiri dekat garis belakang dan mengambil bola lebih awal membantu Pegula mengganggu ritme permainan Swiatek di lapangan keras Cincinnati.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keenam Pegula atas Swiatek sepanjang karier, dengan lima di antaranya diraih di lapangan keras.

Pegula sebelumnya juga melewati pertandingan berat melawan Amanda Anisimova di perempat final dan sempat menjalani medical timeout sebelum memilih beristirahat penuh sehari menjelang semifinal.

Pegula kini mengamankan tempat di partai puncak Cincinnati Open 2026 setelah melewati tiga pertandingan tiga set secara beruntun.

Penulis :
Gerry Eka