
Pantau - Tim nasional bola voli putri Indonesia harus menghentikan langkah dalam perebutan gelar juara AVC Continental 2026 setelah takluk 1-3 dari Iran pada babak perempat final.
Tim Srikandi sempat merebut set pertama dengan skor 25-19, tetapi Iran membalikkan keadaan dengan memenangi tiga set berikutnya 25-16, 25-12, dan 25-17.
Kekalahan tersebut membuat langkah tim asuhan pelatih Marcos Sugiyama untuk merebut gelar juara AVC Continental 2026 terhenti.
Indonesia sekaligus gagal melanjutkan performa impresif atas Iran setelah mampu memetik kemenangan dalam dua pertemuan terakhir sebelum pertandingan perempat final tersebut.
Indonesia Tampil Agresif dan Rebut Set Pertama
Indonesia langsung bermain agresif sejak awal set pertama dengan menerapkan skema permainan cepat untuk mencoba membongkar pertahanan blok Iran.
Persaingan berlangsung ketat karena kedua tim saling mengejar perolehan poin hingga Indonesia mendapatkan keunggulan 15-13 pada pertengahan set.
Iran sempat memberikan perlawanan dan membuat kedudukan kembali berimbang.
Indonesia kemudian menunjukkan daya juang tinggi untuk kembali mengambil kendali pertandingan dengan mencetak tujuh poin secara beruntun.
Rangkaian tujuh poin tersebut membawa Tim Srikandi menutup set pertama dengan kemenangan 25-19.
Memasuki set kedua, Indonesia tetap mempertahankan tekanan dan terus melancarkan serangan hingga pertandingan berlangsung ketat pada kedudukan 13-13.
Iran mulai mengambil momentum setelah kedudukan tersebut dengan mencetak lima poin secara beruntun.
Momentum itu membantu Iran mengendalikan permainan dan akhirnya merebut set kedua dengan skor 25-16 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pertahanan Iran Redam Serangan Tim Srikandi
Intensitas permainan Indonesia menurun pada set ketiga dibandingkan dengan dua set sebelumnya.
Pola permainan Mediol Yoku dan rekan-rekannya semakin sering terbaca oleh pertahanan rapat Iran sehingga Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan menghasilkan poin.
Iran memanfaatkan situasi tersebut dengan membangun keunggulan hingga sepuluh poin pada kedudukan 16-6.
Indonesia kesulitan memangkas selisih dalam kondisi tertinggal jauh dan akhirnya menyerah 12-25 pada set ketiga.
Hasil tersebut membuat Iran berbalik memimpin pertandingan dengan skor 2-1.
Perubahan Strategi Belum Mampu Selamatkan Indonesia
Indonesia masih belum menemukan solusi untuk mengatasi pertahanan Iran ketika memasuki set keempat.
Sejumlah serangan Tim Srikandi kembali mampu dibaca dan dipatahkan pemain Iran.
Iran kemudian bermain semakin nyaman dan membangun keunggulan delapan poin pada kedudukan 16-8.
Dalam kondisi tertinggal, Marcos Sugiyama berusaha mengubah strategi dengan mengganti variasi serangan agar permainan Indonesia lebih sulit dibaca Iran.
Perubahan tersebut sempat membantu Indonesia memperkecil ketertinggalan.
Namun, Iran mampu mempertahankan permainan yang lebih rapi hingga bagian akhir set dan mengunci kemenangan 25-17.
Kemenangan pada set keempat memastikan Iran memenangi pertandingan dengan skor keseluruhan 3-1 sekaligus menghentikan perjuangan Indonesia pada babak perempat final AVC Continental 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick




