
Pantau - Ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu membawa modal gelar juara saat melanjutkan perjuangan pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, 1–6 September 2026.
Turnamen berstatus BWF World Tour Super 100 itu akan menghadirkan tingkat persaingan lebih tinggi dengan diikuti 356 atlet dari 17 negara.
Dejan/Apriyani datang ke Indonesia Masters 2026 setelah menjuarai Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang digelar di lokasi yang sama.
Gelar tersebut menjadi salah satu dari tiga gelar yang diraih Indonesia sekaligus mengantarkan tuan rumah menjadi juara umum Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Dejan/Apriyani Jadikan Gelar Juara sebagai Pijakan
Dejan menilai keberhasilan tersebut penting bukan semata karena level turnamen, melainkan sebagai bagian dari proses pasangan itu untuk menuju tingkat yang lebih tinggi.
"Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya tapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya," ungkap Dejan.
Apriyani berharap hasil positif tersebut juga menjadi modal bagi sektor ganda campuran Indonesia untuk bangkit dan bekerja lebih keras menghadapi turnamen berikutnya.
"Sekiranya ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi, untuk berjuang ekstra keras ke depan," kata Apriyani.
Selain Dejan/Apriyani, dua gelar Indonesia pada International Challenge diraih Richie Duta Richardo di sektor tunggal putra serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo pada ganda putra.
Ketiga juara tersebut kembali melanjutkan kiprah mereka pada Indonesia Masters 2026 dengan menghadapi level persaingan yang lebih tinggi.
Pada sektor ganda campuran, Dejan/Apriyani akan berjuang bersama Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, serta Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana.
Persaingan sektor tersebut turut diramaikan sejumlah pasangan asing, termasuk Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn dari Thailand serta Ming Che Lu/Chou Yun An dari Taiwan.
Juara International Challenge Kembali Turun
Richie Duta Richardo kembali bertanding di tunggal putra bersama sejumlah wakil Indonesia, termasuk Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Christian Adinata.
Pulung/Wahyu juga melanjutkan kiprahnya di sektor ganda putra bersama pasangan Indonesia lainnya, termasuk Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino dan Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak pada Indonesia Masters Pontianak 2026 dengan mengirimkan 107 atlet.
Taiwan menjadi kontingen terbesar kedua dengan 79 atlet, diikuti India dengan 34 atlet, China 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.
Turnamen juga diramaikan sejumlah pemain berpengalaman, termasuk H.S. Prannoy dari India dan Wang Po Wei dari Taiwan.
Pada tunggal putri, India memiliki Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj, dan Anmol Kharb yang berada dalam jajaran unggulan teratas.
Peningkatan Level Turnamen Jadi Tantangan Penyelenggara
Ketua Panitia Pelaksana Yuni Kartika memperkirakan persaingan Indonesia Masters 2026 akan berlangsung lebih ketat seiring peningkatan level turnamen menjadi BWF World Tour Super 100.
Peningkatan tersebut menjadi tantangan bagi penyelenggara sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat Pontianak untuk kembali menyaksikan pertandingan bulu tangkis dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
"Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat," kata Yuni.
Indonesia Masters Pontianak 2026 akan berlangsung selama enam hari pada 1–6 September dengan para wakil Indonesia berupaya meneruskan hasil positif yang diraih pada Polytron Pontianak International Challenge 2026.
- Penulis :
- Shila Glorya




