
Pantau - Pecatur Indonesia Satria Duta belum meraih kemenangan di JAPFA Chess Festival 2026 setelah harus mengakui keunggulan pecatur Vietnam Khương Duy pada langkah ke-40 dalam babak kedua di Ruang Serbaguna, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Satria mengatakan Khương Duy memiliki karakter permainan menyerang yang tajam serta unggul dalam peringkat Federasi Catur Internasional (FIDE).
“Lawan yang saya hadapi memiliki gaya permainan menyerang yang sangat tajam serta unggul dari segi peringkat FIDE,” kata Satria dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (3/9/2026).
Kekalahan tersebut membuat Satria menghadapi tantangan untuk bangkit pada babak ketiga setelah sebelumnya menahan remis Khương Duy pada babak pertama.
Tekanan Waktu Jadi Kendala Satria Duta
Satria menilai kekalahannya pada babak kedua dipengaruhi tekanan waktu dan kurangnya kewaspadaan ketika memasuki momen kritis pertandingan.
“Babak ini harusnya saya posisinya tidak kalah lah, tapi saya mungkin kena karena waktu terdesak dan banyak hal lain, jadinya lama-lama terus kalah,” kata Satria.
Pecatur muda Indonesia tersebut menegaskan akan membenahi strategi dan mencoba bermain lebih menyerang untuk mencari poin pada babak berikutnya.
“Targetnya ya pasti menang duel match-nya. Di sisa babak mungkin lebih menyerang sih biar coba cari poin berikutnya. Tapi kalau enggak yang klasik enggak bisa menang, ya minimal remis dulu," ujar Satria.
Khương Duy Unggul Lebih dari 100 Poin Elo
Satria merupakan International Master (IM) Indonesia yang berada di kisaran Elo 2.400 dan tercatat sebagai salah satu pecatur muda papan atas nasional.
Data peringkat 2026 menempatkan Satria pada sekitar Elo 2.412, sedangkan Khương Duy pada Agustus 2026 telah mencapai sekitar Elo 2.526.
Selisih lebih dari 100 poin Elo membuat Satria menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi, meski hasil remis pada babak pertama menunjukkan pertandingan tetap berlangsung kompetitif.
Khương Duy yang lahir pada 2011 merupakan salah satu pecatur muda Vietnam yang telah menyandang gelar International Master dan pernah menjadi juara dunia kelompok usia U12 pada 2023.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




