
Pantau - Petenis Jerman Alexander Zverev menjuarai US Open 2026 setelah menaklukkan petenis tuan rumah Ben Shelton dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2 pada final di Arthur Ashe Stadium, New York, Minggu (13/9/2026) waktu setempat.
Kemenangan tersebut menjadi gelar Grand Slam kedua Zverev pada musim 2026 setelah sebelumnya menjuarai Roland Garros pada Juni.
Zverev sekaligus menjadi petenis putra keempat pada era Open yang mampu merebut dua gelar Grand Slam pertamanya dalam satu musim.
Zverev Redam Permainan Agresif Shelton
Zverev tampil solid sejak awal pertandingan dengan meredam permainan agresif Shelton melalui pengembalian bola yang dalam dan akurat, terutama dalam reli panjang.
Shelton yang mengandalkan servis eksplosif dan permainan menyerang kesulitan menemukan ritme pada set pertama.
Dua kesalahan ganda Shelton ketika menghadapi break point dimanfaatkan Zverev untuk merebut set pembuka dengan skor 6-3.
Shelton mencoba mengubah permainan pada set kedua dengan lebih sering maju ke depan, tetapi Zverev terus memberikan tekanan hingga pertandingan harus ditentukan melalui tie-break.
Zverev langsung menguasai tie-break dengan unggul 5-0 sebelum menutupnya 7-2 untuk mengamankan set kedua.
Shelton bangkit pada set ketiga setelah memanfaatkan sejumlah kesalahan Zverev dan merebut gim ke-12 untuk menang 7-5.
Momentum Shelton tidak bertahan lama karena Zverev langsung melakukan break pada gim pembuka set keempat dan kembali mendominasi pertandingan.
Zverev kemudian memenangi 12 dari 14 poin terakhir untuk mengunci kemenangan setelah bertanding selama tiga jam 33 menit.
"Saya ingin berterima kasih kepada tim saya. Kami melewati 30 tahun tanpa memenangi gelar Grand Slam dan sekarang kami memenangi dua gelar dalam rentang tiga bulan," kata Zverev dalam seremoni penyerahan trofi seperti dikutip dari ATP.
Zverev Lengkapi Kebangkitan di Grand Slam
Keberhasilan di New York melengkapi kebangkitan Zverev setelah mengalami kekalahan dari Jannik Sinner pada final Australian Open 2025 yang menjadi kekalahan ketiganya dalam final Grand Slam.
Pada musim 2026, Zverev mencapai semifinal Australian Open sebelum memecahkan kebuntuan dengan menjuarai Roland Garros.
Lima pekan setelah Roland Garros, Zverev melaju ke final Wimbledon dan kemudian menutup rangkaian Grand Slam musim 2026 dengan menjadi juara US Open.
"Saya rasa Tuhan melihat betapa keras kami bekerja, seberapa besar penderitaan yang kami alami dan seberapa banyak rasa sakit yang kami lalui. Saya pikir 2026 adalah hasil dari semua tahun yang terjadi sebelumnya," kata Zverev.
Zverev juga memberikan penghormatan kepada Shelton yang menjalani final Grand Slam pertamanya.
"Ben, kamu adalah pemain dan pribadi yang luar biasa. Ini final Grand Slam pertamamu, tetapi saya sudah mengatakan kepadamu bahwa kamu akan kembali ke sini berkali-kali," ujar Zverev kepada Shelton.
Shelton Naik ke Peringkat Empat Dunia
Meski gagal menjadi juara, Shelton akan naik ke peringkat tertinggi sepanjang kariernya, yakni posisi keempat ATP Rankings.
Petenis berusia 23 tahun tersebut sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz pada perempat final US Open 2026.
Kekalahan di final membuat Shelton gagal menjadi petenis putra Amerika Serikat pertama yang menjuarai Grand Slam tunggal sejak Andy Roddick pada 2003.
Sementara itu, gelar US Open semakin memperbesar peluang Zverev merebut posisi nomor satu dunia pada akhir tahun setelah unggul 700 poin atas Sinner dalam ATP Live Race To Turin sementara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




